Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

APLIKASI PROGRAM PENDIDIKAN PRENATAL DALAM ISLAM


1. Gizi Bagi Janin

a. Trimester pertama (0-12 minggu)

Pertumbuhan janin di tiga bulan pertama kehamilan masih berlangsung lambat, sehingga kebutuhan gizinyapun tidak begitu besar. Kebutuhan Gizi ibu hamil masih sama seperti sebelum hamil. Pengkonsumsian makanan lebih ditekankan pada mutu atau kualitas.

Pada saat janin mengalami nidasi (pelekatan) didinding rahim, maka plasenta mulai terbentuk, makanan yang diperlukan adalah makanan yang mengandung sumber protein, yaitu yang mengandung asam amino essensial sempurna, vitamin, serta mineral. Hal ini diperlukan untuk melancarkan metabolisme. 

Pada minggu-minggu pertama kehamilannhal yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah nusea (rasa ingin muntah) dan sering disertai muntah-muntah. Gejala ini lebih popular dengan sebutan morning sickness (sakit pada pagi hari), namun gejala ini dapat timbul kapan saja. Gejala lebih sering muncul bila tidak cukup makan, sebaiknya mengkonsumsi kue ataupun buah-buahan. Campuran jahe segar dalam makanan dapat mengatasi nusea. Teh, kopi, coklat makanan tinggi lemak dan gula dapat menimbulkan nusea.

b. Trimester kedua (12-24 minggu)

Pertumbuan janin pada trimester kedua dan seterusnya berkembang sangat pesat, gerakan-gerakannyapun mulai dapat dirasakan sudah dapat dirasakan. Pada masa ini tambahan zat gizi perlu di perhatikan sebaik mungkin, diantaranya adalah:

Protein, disarankan untuk menambah minimal 10-12 gram, sesuai dengan tinggi dan berat badan. Protein diperlukan untuk pertumbuhan janin. Zat besi, jumlah zat besi yang dibutuhkan adalah 29 gram. Serat, makanan yang tinggi serat akan membuat ibu hamil mengunyah lebih lama. Hal ini dapat membantu menjaga berat badan ibu hamil.

c. Trimester ketiga ( 24 minggu- kelahiran)

Memasuki trimester ketiga janin bertambah besar sehingga badan bertambah gemuk, ibu membutuhkan energi yang lebih banyak. Pada tahap ini disebut juga dengan tahap mengemil. Agar kebiasaan mengemil ini berdampak baik bagi kesehatan sebaiknya dilakukan pada waktu tertentu saja, misal dua atau tiga kali sehari, dengancamilan yang mengandung rendah lemak dan tinggi serat serta mengkonsumsi makanan yang bergizi.

2. Olah Raga Untuk Ibu Hamil

Hanya beberapa jenis olah raga yang dianjurkan pada saat hamil. Jenis olah raga ini selain aman, juga dapat membantu memperlancar kehamilan bahkan persalinan, jenis-jenis olah raga yang bisa dilakukan adalah berenang, berjalan kaki, jogging, yoga, senam.[1]

Olah raga senam tidak dapat dilakukan secara sembarangan, hindari melakukan gerakan peregangan yang berlebihan pada daerah otot perut, punggung serta rahim. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan olah raga.

a. Trimester pertama (0-12 minggu)

Sepanjang trimester pertama ini, latihan didasarkan pada lima gerakan yang terpenting. Tujuan latihan adalah menguatkan otot-otot pinggang, tulang punggung, pinggang dan perut, termasuk kaki dan pinggul.

Latihan dilakukan sebanyak 1-2 set dengan 15 kali ulangan tiap latihan. 1 set adalah bila latihan bersandar didinding misalnya, diulang 15 kali. Beristirahat 30-40 detik antara setiap set. Latihan senam trimester satu ini bisa dimulai dari awal kehamilan dan akhir kehamilan.

b. Trimester kedua (12-24 minggu)

Dengan kondisi tubuh yang sehat dapat melakukan latihan 2-3 set. Satu set adalah sepuluh kali ulangan dengan istirahat 30-45 detik diantara dua set.  

c. Trimester ketiga ( 24 minggu- kelahiran)

Lakukan latihan 2-3 set, yakni masing-masing 10 kali. Istirahat selama 30-45 detik diantara 2 set. Memasuki trimester ketiga ibu hamil dianjurkan untuk mengikuti senam hamil yang dilakukan bersama pembimbing (instruktur). Pada kelas senam hamil akan diperkenalkan gerakan-gerakan yang dapat melatih otot-otot pinggang dan panggul, sehingga kelak dapat menyangga tubuh yang kian membesar selama hamil, juga akan memperoleh latihan pernafasan yang berguna saat proses persalinan.

Manfaat olah raga selain untuk melancarkan darah juga bermanfaat untuk: menguatkan otot-otot, menjaga kelancaran kerja jantung dan peredaran darah, membantu berjalan tegak, membantu persalinan, memiliki daya tahan tubuh setelah melahirkan, mengurangi selulit, memperbaiki kulit tubuh.[2]

3.  Progam Pendidikan Prenatal Dalam Islam

No
Mata Pelajaran
Metode
Tujuan Pembelajaran
1
Shalat fardu lima waktu
Mengikut sertakan dengan ucapan (oleh ibu atau ayah/orang disekitarnya
- Membina lingkungan islami bagi janin.
- Merangsang atau mengajarkan secara tetap materi dan aplikasi sholat fardu  kepada janin melalui ibu.
2
Salat sunah
Mengikutsertakan dengan ucapan (oleh ibu atau bapak/orang disekitarnya)
- Membina lingkungan Islami bagi janin
- Merangsang atau mengajarkan secara tetap materi dan aplikasi sholat sunah (rawatib, qiyamul lail, dhuha) pada janin.
3
Membaca al-Qur’an
Membaca al-Qur’an untuk janin (oleh ibu atau bapak/orang lain)
- Membina lingkungan Islami bagi janin
- Merangsang bayi dengan membaca al-Qur’an.
4
Aqidah/tauhid
- Mengikutsertakan dengan ucapan
-  Bercerita
-  Diskusi
- Membina lingkungan dukatif yang positif dan Islami bagi janin
- Merangsang atau mengajarkan akidah, tauhid kepada janin melalui ibu.
5
Ilmu pengetahuan
-  Diskusi 
-  Bercerita
Pembinaan kondisi dan situasi yang ilmiah sehingga menjadi lingkungan ilmiah yang Islami yang memberi rangsangan positif kepada anak dalam kandungan.
6
Akhlaq mulia
-  Cerita
- Mengikut-sertakan dengan ucapan.
Mengikutsertakan anak dengan menceritakan tentang akhlak mulia (melalui kisa-kisah nabi dan sebagainya)
7
Doa
- Mengikut-sertakan dengan ucapan
-  Membaca doa
- Menenangkan dan memantapkan hati ibu hamil
- Memberi rangsangan positif pada janin.
8
Lagu
Metode lagu
Janin merespon dan belajar lagu-lagu yang baik.[3]





[1] Hendrati Handini Yozardi, Sembilan Bulan yang Menakjubkan, (Jakarta: Gaya Favorit Press, 2005), hlm. 18-19
[2] Ibid, hlm.17.
[3] Mutiarani Nur Rahmi, Pendidikan Janin Menurut F Rene Van D Carr dan Marc Lehrer dalam Prespektif Pendidikan Islam, Skripsi Fakultas Tarbiyah  IAIN Walisongo Semarang: Perpustakaan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2004, hlm.46

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter