Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

SEBAB-SEBAB GANGGUAN JIN PADA MANUSIA


a. Bagaimana jin masuk ke dalam jasad manusia dan dimana dia berada?

Jin berujud udara sedangkan tubuh manusia memiliki pori-pori karena itu jin bisa masuk melalui peredaran darah manusia. Dalil bahwa jin berujud udara adalah firman Allah:

“Dan dia menciptakan jin dari nyala api” (QS. Ar-Rahman/55: 15)

Ibnu Abbas berkata: yakni dari ujung gejolak api, sedangkan ujung gejolak api ialah udara panas yang keluar dari api, ketika jin masuk ke dalam jasad manusia, dia langsung menuju otak dan anggota tubuh manusia melalui otak dia bisa mempengaruhi bagian mana saja, di antara tubuh manusia dari sentralnya di otak. Kajian kedokteran telah membuktikan bahwa penderita kesurupan memiliki gelombang yang sangat halus dan aneh yang bersemayam di otak.[1]

Dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah mengenai adanya kesurupan jin sudah jelas dan sahih. Ahlussunnah telah berijma’ terhadap hal itu. Memang sebagian penyakit ini berada di luar kaidah diagnosis para dokter karena mereka mengingkari adanya hasil positif yang ada dalam pengobatan penyakit itu dan para dokter tidak mampu melakukan pengobatannya. Oleh karena itu, para ulama’, para da’i dan orang-orang saleh menisbatkan penyakit itu karena gangguan jin.[2]

b. Sebab-Sebab Kemasukan Jin

Ada tiga sebab utama yang menjadikan jin mengganggu manusia, yaitu:

1) Rasa cinta yang sangat. Ini terjadi pada jin laki-laki yang menyenangi perempuan bangsa manusia atau jin wanita yang menyenangi laki-laki bangsa manusia.

2) Perlakuan dzalim manusia kepada jin, seperti tersiram air panas, tertempa sesuatu, terkencingi, menyiksa kucing, anjing atau ular yang kadang-kadang merupakan penjelmaan dari bangsa jin.

3) Perlakuan dzalim jin kepada manusia, seperti menyentuh tanpa sebab. Sentuhan jin jenis ketiga ini sering terjadi dalam empat dimensi manusia:

(a) Dalam kondisi marah yang berlebihan

(b) Takut yang berlebihan

(c)  Desakan syahwat yang memuncak

(d) Ketika lalai (melamun) yang berlebihan.[3]

Faktor-faktor yang paling banyak seseorang terkena gangguan jin adalah karena tingkat keagamaan seseorang yang rendah, keringnya hati dan lisan dan dzikir kepada Allah, dan tidak punya benteng pertahanan dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad. Dengan demikian, roh jahat dan suka masuk kepada orang-orang yang meninggalkan senjatanya, bahkan mungkin saja dia “telanjang” tanpa senjata, sehingga memudahkan roh jahat untuk mempengaruhinya.[4]

Dalam hal ini dapat diketahui bahwa seseorang akan dengan mudah kerasukan jin apa bila kondisi keimanan seseorang itu selalu dalam kondisi yang lemah. 

c. Gejala-Gejala Diganggu Jin

Pada dasarnya gejala-gejala orang diganggu jin itu bisa dideteksi, baik ketika sedang tidur maupun sedang terjaga. Adapun gejala gangguan jalan ketika sedang tidur adalah:

1) Sulit tidur di malam hari dan selalu gelisah

2) Sering merasa cemas dan sering bangun di tengah malam, bahkan sering pula mimpi buruk. Atau terkadang mimpi berteriak minta tolong tetapi tidak bisa.
3) Mengeluarkan bunyi gigi gemertak ketika tidur, atau kadang tertawa, menangis dan berteriak sendiri.

4) Berdiri dan berjalan dalam keadaan tidur atau menggigil, atau mimpi seolah-olah terjatuh dari ketinggian.

5) Mimpi berada di tempat yang mengerikan, atau mimpi melihat orang aneh, bahkan terkadang mimpi melihat Jin.

Adapun gejalanya ketika terjaga adalah:

1) Sering pusing-pusing yang tidak disebabkan oleh penyakit fisik.

2) Sering berpaling jika diajak untuk ingat kepada Allah, gelisah dan lemas serta gemetar saat sholat atau mendengar azan.

3) Perasaan bingung.[5]




[1] Majdi Muhammad asy-Syahawi, Pengobatan Rabbani, (Mengusir Gangguan Jin, Syetan dan Sihir), Terj. Ija Suntana dan E. Kusdian, Pustaka Hidayah, Bandung, 2001, hlm. 97.
[2] Ali Murtadha, agaimana Menolak Sihir dan Kesurupan Jin; Terj. Abd. Rahim Mukti,Lc., MM., Gema lnsani, Jakarta, 2005, hlm. 66-67.
[3] Majdi Muhammad asy-Syahawi, Pengobatan Rabbani, Op.Cit., hlm. 96-97.
[4] Ibid.
[5] M.A. Rois, Campurtangan Jin di Alam Manusia, Majalah Islam FURQON, Edisi 6/TH III/ Mei 2005, hlm. 22.

1 comment

  1. Enter your comment... Assalamualaikum. Dulu almarhum kakek saya sangat gemar belajar ilmu kesaktian. Kenapa saya sbg cucu nya, hidup saya suram banget. Hidup saya spt dikutuk. Saya sial seumur hidup. Dulu saat saya msh kecil, saya sering sakit sakitan shg otak saya jadi dungu dan badan saya jadi loyo, shg saya kalau kerja, sekolah, bergaul, olahraga, nyari jodob dll saya sering diremehkan org, dibodohi org, didiskriminasi org dll. Saya org nya sngt penakut, minder, kuper, pemarah, gampang gelisah, saya kalau menghadapi org sering gerogi, salah tingkah, gemetar dll. Saya di kampung sering difitnah dan dijelekin tetangga, sering dibenci dan dimusuhi teman, dijauhi kerabat, dikucilkan masyarakat dll. Kemudian saya merantau.. org2 di sana yg laki laki menghina saya, menipu saya, mencuri uang saya, menghajar saya, memfitnah saya, mengkhianati saya dll. Org2 di sana yg perempuan mencolak cinta saya, meremehkan saya, mempermainkan saya, memanfaatkan saya, mengejek saya dll. Pdhl saya baik, jujur dan suka menolong. Mungkin krn saya nampak dungu dan loyo. Saya kalau kerja sering dimutasi dan dipecat krn dianggap tdk becus bekerja. Saya kalau kerja badan gampang capek, nafas sesak, mata berkunang, dada sakit, badan lemas dll. Kemudian saya terpaksa pulang kampung, di kampung saya nganggur dan jomblo bertahun tahun lama nya. Lbh dari 10 thn sampai skrng blm berubah nasib saya. Saya sdh beberapa thn lumayan rajin ibadah tp nasib saya tetap tdk pernah berubah. Saya bolak balik ke perantauan utk nyari kerja tp gagal terus. Nyari jodoh dan rejeki rasa nya semakin sulit krn umur semakin tua. Saya terpaksa buka usaha kecil kecilan di rumah tp hasil nya tdk seberapa malahan akhir nya bangkrut. Dulu ayah saya bilang saya spt org cacat mental, dulu guru sma saya bilang otak dan tenaga saya payah spt tdk diimunisasi, dulu adik saya bilang saya tdk berguna, dulu pak lik saya bilang saya bodoh, dulu atasan saya bilang otak dan tenaga saya tdk memenuhi syarat utk bekerja, dulu teman2 saya ada yg bilang saya bodoh dan lemah, ada yg bilang saya orang aneh dan langka, ada yg bilang saya manusia setengah jadi, ada yg bilang saya tdk punya masa depan dll. Dulu almarhum kakek saya, anak cucu nya bnyk yg mati saat balita, ada yg hidup tp cacat mental, ada yg susah jodoh dan rejeki dll. Murid kakek saya, anak nya juga ada yg cacat mental. Mungkin diganggu jin kakek saya.

    ReplyDelete

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter