Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

PRINSIP DAN LANGKAH MENCAPAI KESEHATAN MENTAL


Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan mental ialah fundamen atau dasar-dasar yang harus ditegakkan manusia guna mendapatkan kesehatan mental dan terhindar dari gangguan kejiwaaan.

Kartini Kartono mengemukakan beberapa prinsip kesehatan mental yaitu, 

Pertama: pemenuhan kebutuhan pokok yaitu bahwa setiap manusia memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhan pokok, baik yang bersifat fisik, psikis maupun sosial. 

Kedua: posisi atau status sosial, setiap individu selalu berusaha mencari posisi dan status sosial dalam lingkungannya. Tetapi manusia membutuhkan rasa cinta kasih dan simpati, karena rasa cinta kasih dan simpati menumbuhkan rasa aman (assurance), keberanian dan harapan-harapan di masa yang akan datang. 

Ketiga: kepuasan. Kepuasan yaitu kesadaran manusia untuk menilai dan penguasaan dirinya yang akan memberikan rasa senang, puas dan bahagia.[1]

Senada dengan hal tersebut, A.F. Jaelani mengemukakan delapan pokok prinsip-prinsip kesehatan mental yaitu:

1. Gambaran dan sikap baik terhadap diri sendiri

  Yaitu orang yang mau menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya, dan percaya terhadap dirinya sendiri sehingga mampu beradaptasi dengan orang lain, lingkungan dan Tuhan.

2. Keterpaduan atau integrasi diri

Yaitu keseimbangan antara kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandang (falsafah) hidup, dan sanggup mengatasi stres (ketegangan emosi), yang berarti keseimbangan kekuatan id, ego, dan super egonya.

3. Perwujudan diri
  
Yaitu kemampuan mempergunakan potensi jiwa dan memiliki gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri serta peningkatan motivasi dan semangat hidup.

4. Berkemampuan untuk menerima orang lain, melakukan aktivitas sosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal.

Yaitu  mau  bekerja  sama  dengan  orang  lain  dan  melakukan  pekerjaan sosial yang menggugah hati dan tidak menyendiri dari lingkungan, hal ini dimaksudkan  untuk  menimbulkan  perasaan aman, damai  dan  bahagia dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

5. Berminat dalam tugas dan kerja
  Yaitu  pribadi  yang  sehat dan  normal  adalah  orang  yang  aktif, produktif dan berminat dalam tugas dan pekerjaannya. Ia dapat bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan sehingga menumbuhkan rasa kepuasan, kegembiraan, dan kebahagiaan.

6. Agama, cita-cita dan falsafah hidup.

Yaitu dengan agama manusia dapat terbantu dalam mengatasi persoalan hidup yang di luar kesanggupannya sebagai manusia yang lemah, dengan cita-cita manusia dapat bersemangat dan bergairah dalam perjuangan hidup yang berorientasi ke masa depan, membentuk kehidupan secara tertib, dan mengadakan perwujudan diri dengan  baik. Dengan falsafah hidup manusia dapat menghadapi tantangan yang dihadapinya  dengan mudah.

7. Pengawasan diri

Yaitu mampu mengendalikan keinginan atau hawa nafsu yang bersifat negatif dan lebih menggunakan akal pikiran dalam setiap perbuatan atau tingkah lakunya.

8. Rasa benar dan tanggung jawab

Yaitu membebaskan manusia dari perasaan berdosa, bersalah, dan kecewa sehingga menimbulkan perasaan aman agar manusia dapat melakukan kebaikan dan kesuksesan dalam hidup.[2]

Demikian beberapa prinsip kesehatan mental, pengembangan dan penyesuaian diri yang merupakan dasar dari kebahagiaan hidup manusia. Oleh karena itu  kekurangan  pelaksanaan  prinsip-prinsip  itu  akan mengurangi kebahagiaannya.

Derajat kebahagiaan antara lain dapat diukur dari kemantapan pelaksanaan prinsip-prinsip kesehatan mental tersebut, sedangkan untuk mencapai kesehatan mental ada tiga langkah atau metode yang harus ditempuh manusia, yaitu pengobatan (kuratif), pencegahan (preventif) dan pembinaan (konstruktif).

Langkah pengobatan dalam kesehatan mental adalah usaha-usaha yang ditempuh untuk menyembuhkan dan merawat orang yang mengalami gangguan dan sakit kejiwaan sehingga dapat menjadi sehat dan wajar kembali.

Langkah pencegahan dalam kesehatan mental adalah metode yang digunakan manusia untuk menghadapi diri sendiri dan orang lain guna meniadakan atau mengurangi terjadinya ganguan kejiwaan. Dengan demikian, manusia dapat menjaga dirinya dan orang lain dari kemungkinan goncangan batin dan ketidaktentraman hati. Usaha ini di samping usaha pribadi setiap orang, juga termasuk usaha pemerintah untuk memperbaiki dan mempertinggi kebudayaan dan peradaban.

Langkah pembinaan, ditujukan untuk menjaga kondisi mental yang sudah baik termasuk meliputi cara yang ditempuh manusia untuk meningkatkan rasa gembira, bahagia, dan kemampuan menggunakan segala potensi yang ada seoptimal mungkin seperti memperkuat ingatan, fantasi, kemauan, dan kepribadiannya.[3]

Apabila ketiga  metode di atas dapat dimanifestasikan  manusia  ke dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat menghindarkan seseorang dari gangguan mental dan menciptakan suatu pribadi yang sehat mentalnya sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya dalam  kehidupannya dengan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi dirinya dan orang sekitarnya.



[1] Kartono,  Kartini  dan  Andari,  Jenny, Hygene Mental, Bandung: Mandar Maju, 2000, hlm. 29-30
[2] A.F.Jailani, Penyucian Jiwa Dan Kesehatan Mental, Jakarta : Azmah, 2000, hlm. 83-86
[3] Ibid, hlm. 89-90

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter