Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

KESEHATAN MENTAL DALAM ISLAM

download

Dalam Islam pengembangan kesehatan jiwa terintegrasi dalam pengembangan pribadi pada umumnya, dalam artian kondisi kejiwaan yang sehat merupakan hasil sampingan (by product) dari kondisi pribadi yang matang secara emosional, intelektual dan sosial terutama matang pula ketuhanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, dalam Islam menyatakan bahwa betapa pentingnya pengembangan pribadi-pribadi meraih kualitas “urusan paripurna” yang otaknya sarat dengan ilmu yang bermanfaat, bersemayam dalam kalbunya iman dan takwa kepada Allah, sikap dan tingkah lakunya benar-benar merealisasikannya nilai-nilai ke Islaman yang mantap dan teguh, otaknya terpuji dan bimbingannya terhadap masyarakat membuahkan ketuhanan, rasa kesatuan, kedamaian dan kasih sayang. Kesan demikian pasti jiwanya pun sehat, suatu manusia yang bertipe ideal.

Sejak dikembangkan metode-metode dalam psikoterapi yaitu berkaitan dengan metode mistik dan spiritual, maka agama menjadi standar utama dalam melihat kesehatan mental seseorang. Tolak ukur dari setiap definisi kesehatan mental dalam konsepsi agama Islam, sehingga orang-orang yang benar-benar sehat mentalnya adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berusaha secara sadar merealisasikan nilai-nilai agama, sehingga kehidupannya itu dijalaninya sesuai dengan tuntunan agamanya. Ia secara sadar berupaya untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya, seperti bakat, kemampuan, sifat serta kualitas-kualitas pribadi lainnya yang positif.

Inti utama masalah kesehatan mental menurut Islam adalah bagaimana menumbuh-kembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) serta sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada pribadi seseorang. Dalam Islam sifat-sifat terpuji adalah sifat Ilahiyah sedangkan sifat-sifat tercela adalah sifat syaitaniyah.

Demikian juga pandangan Islam terhadap kesehatan mental antara lain dapat dilihat peran agama Islam sendiri bagi kehidupan manusia, agama Islam memberikan tugas dan tujuan bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Misalnya tugas dan tujuan manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifahnya di bumi, yaitu dengan melaksanakan konsep ibadat dan khalifah, orang yangdapat mengembangkan potensi jiwa dan memperoleh kesehatan mentalnya. Peranan ajaran Islam demikian dapat membantu orang dalam mengatasi jiwanya dan mencegahnya dari gangguan kejiwaan serta membina kesehatan mental.

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter