Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

PRINSIP KESEHATAN MENTAL

images (4)

Prinsip kesehatan mental ialah foundament (pondasi) yang harus ditegakkan orang dalam dirinya, guna mendapatkan kesehatan mental dan terhindar dari gangguan kejiwaan. Di antara prinsip tersebut adalah :

Pertama, memiliki gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri (self image), mampu menyesuaikan diri, baik dengan diri sendiri maupun orang lain, lingkungan serta hubungannya dengan Tuhan. Self image antara lain dapat diperoleh dengan cara penerimaan diri, keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri.

Kedua, keterpaduan atau integral diri yang berarti adanya keseimbangan antar kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandangan (falsafah) dalam hidup, dan kesanggupan mengatasi ketegangan emosi (stress). Orang yang memiliki keseimbangan diri berarti orang yang seimbang kekuatan id, ego, dan super egonya.

Ketiga, perwujudan atau aktualisasi diri sebagai kematangan diri, berarti kemampuan mempergunakan potensi jiwa dan memiliki gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri serta peningkatan motivasi dan semangat hidup.

Keempat, berkemampuan menerima orang lain, melakukan aktivitas sosial, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Kemampuan menerima orang lain berarti kesediaan menerima kehadiran, mencintai, menghargai, menjalin persahabatan dan memperlakukan orang lain dengan baik. Melakukan aktivitas sosial berarti kesediaan bekerja sama dengan masyarakat dalam melakukan pekerjaan sosial yang menggugah hati dan tidak menyendiri dari masyarakat. Menyesuaikan diri dengan lingkungan berarti berusaha untuk dapat merasa aman, damai dan bahagia dalam hidup bermasyarakat.

Kelima, berminat dalam tugas dan pekerjaan yang ditekuninya, karena dengan demikian bisa ditambah rasa bahagia dan dikurangi penderitaan. Tanpa adanya minat, orang akan sulit mendapatkan kebahagiaan dan gembira dalam tugas dan pekerjaannya. Pribadi yang sehat dan normal adalah pribadi yang aktif dan produktif. Ia dapat mengembangkan tanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan yang diberikan.

Keenam, agama, cita-cita dan falsafah hidup. Untuk pembinaan dan pengembangan kesehatan mental, orang membutuhkan agama, seperangkat cita-cita yang konsisten dan pandangan hidup yang kokoh. Dengan agama orang dapat dibantu dalam mengatasi hidup yang berada diluar kesanggupannya sebagai manusia yang lemah. Dengan cita-cita orang dapat bersemangat, bergerak dalam perjuangan hidupnya, berorientasi ke masa depan. Membentuk kehidupan secara tertib dan mengadakan perwujudan diri yang baik. Dengan falsafah hidup orang dapat menghadapi tantangan dengan mudah.

Ketujuh, pengawasan diri sendiri terhadap hawa nafsu atau dorongan keinginan serta kebutuhan dan akal pikiran merupakan hak pokok dari kehidupan orang dewasa yang bermental sehat dan berkepribadian normal, karena dengan pengawasan tersebut seseorang akan terhindar dari kemungkinan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan hukum, baik hukum agama, hukum negara, adat maupun aturan moraldalam hidupnya.

Kedelapan, rasa benar dan tanggung jawab. Penting dalam tingkah laku, karena setiap individu ingin bebas dari rasa dosa, salah dan kecewa. Rasa benar, tanggung jawab dan sukses adalah keinginan setiap orang yang sehat mentalnya. Rasa benar yang ada dalam diri selalu mengajak orang kepada kebaikan, tanggung jawab dan rasa sukses, serta membebaskannya dari rasa salah, dosa dan kecewa.

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter