Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

NASAB/SILSILAH AZHAMAT KHAN ALHUSAINI DI INDONESIA

24819_382000832444_726897_n

Anda tentu bertanya siapa Azhamat Khan ini? sebegitu pentingkah untuk dibahas dalam forum ini? bagi saya sangat penting!!!, sebab dengan kita tahu sosok yang satu ini kita menjadi tahu peta perkembangan perjalanan bangsa ini dari masa kemasa.

Dengan kita mengenai sosok beliau, kita akan tahu bagaimana sebenarnya hubungan Kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain, dengan kita mengetahui sosok yang satu ini, kita akan mengetahui tabir-tabir dalam lingkup sejarah yang selama ini sudah didistorsikan oleh penjajah dan orang-orang pribumi yang pro kepaada mereka.

Dengan kita mengetahui sosok Azhamat Khan ini, kita akan mengetahui bahwa bangsa Indonesia ini ternyata keluar dari jalur yang sama!! khususnya di Indonesia, khususnya lagi dengan keberadaan raja-raja yang memerintah, para tokoh-tokoh bangsa dari mulai yang dianggap baik sampai yang dianggap pemberontak, dan lebih khusus para ulama. Bukan hanya dibumi Nusantara ini bahkan juga diwilayah Asia Tenggara dan tidak lupa juga diseluruh dunia ini. Azhamat Khan Alhusaini ini, terutama bagi orang-orang yang mengkaji ilmu nasab, kedudukannya sangat dimuliakan dan dihormati. pupolasi dan perkembangannya sudah menyebar dihampir semua pulau di Indonesia.

Siapa Azhamat Khan Alhusaini ini.. Dalam sejarah ilmu nasab dan sejarah walisongo, Azhamat Khan Alhusaini dinisbatkan kepada seorang ulama yang mempunyai kedudukan tinggi disebuah kerajaan wilayah India, khususnya Hiderabad yang bernama Sayyid Abdul Malik. Siapa Sayyid Abdul Malik ini beliau adalah adalah salah dari keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Sayyidina Husin binti fatimah Binti Rasulullah. Sayyid Abdul Malik merupakan rumpun keturunan dari Sayyidina Ahmad bin Isa. Sayyidina Ahmad bin Isa Sendiri adalah nenek moyangnya Bani Alawi yang ada di Hadramaut Yaman.

Adapun mengenai Sayyid Abdul Malik Azhamat Khan inilah yang nantinya menurunkan banyak ulama, walisongo dan raja-raja di Indonesia melalui jalur keturunan Sayyid Jamaludin Husin Al Akbar atau yang sering dikenal dengan nama Syekh Jumadil Qubro. Sedangakan Nasab dari Syekh Jumadil Qubro ini adalah Syekh Jamaludin Husin Al Akbar bin Ahmad Syah Jalal bin Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azhamat Khan Alhusaini. Sayyid Jamaludin Al Qubro ini atau sering diesebut Jamaludin Agung terkadang Sunan Agung, merupakan leluhur utama yang nantinya menurunkan orang-orang penting di Indonesia.

Sebelum saya lebih lanjut menerangkan Azhamat khan ini saya akan memberikan beberapa tulisan yang menerangkan secara lengkap tentang sejarah dari nasab ini, yang saya ambil dari situs AZHAMAT KHAN ALHUSAINI PATTANI.com mengenai keterangan nasab AZHAMAT KHAN ALHUSAINI ini..

Nama Azmatkhan berasal sendiri dari penggabungan dua kata dalam bahasa Urdu. “Azmat”  berarti; mulia, terhormat. Dan “Khan” memiliki arti setara seperti Komandan, Pemimpin, atau Penguasa. Nama ini disandangkan kepada Sayyid Abdul Malik setelah beliau menjadi menantu bangsawan Nasirabad. Mereka bermaksud memberi beliau gelar “Khan” sebagai bangsawan sekaligus penguasa setempat sebagaimana keluarga yang lain. Hal ini persis dengan apa yang dialami Sayyid Ahmad Rahmatullah ketika diberi gelar “Raden Rahmat” setelah menjadi menantu bangsawan Majapahit. Namun karena Sayyid Abdul Malik dari bangsa “syarif” (mulia) keturunan keturunan Al-Husain putra Fathimah binti Rasulillah SAW, maka mereka menambah kalimat “Azmat” sehingga menjadi “Azmatkhan”. Dengan huruf arab, mereka menulis عظمت خان bukanعظمة خان, dengan huruf latin mereka menulis “Azmatkhan”, bukan “Adhomatu Khon” atau “Adhimat Khon” seperti yang ditulis sebagian orang.

Sayyid Abdul Malik lahir di kota Qasam, sebuah kota di Hadhramaut, sekitar tahun 574 Hijriah. Beliau juga dikenal dengan gelar “Al-Muhajir Ilallah”, karena beliau hijrah dari Hadhramaut ke Gujarat  untuk berda’wah sebagaimana kakek beliau, Sayyid Ahmad bin Isa, digelari seperti itu karena beliau hijrah dari Iraq ke Hadhramaut untuk berda’wah. Adapun nasab Sayyid Abdul Malik Azmatkhan adalah sebagai berikut:

Sayyid Abdul Malik bin Alawi (Ammil Faqih) bin Muhammd Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Abdullah / Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa al-Muhajir ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fathimah az-Zahra’ binti Muhammad Rasuli-Llahi Shalla-Llahu Alaihhi wa-Sallam

Menurut Sayyid Salim bin Abdullah Asy-Syathiri Al-Husaini (Ulama' asli Tarim, Hadramaut, Yaman) Keluarga Azmatkhan (Walisongo) adalah dari Qabilah Ba'Alawi asal hadhramaut Yaman gelombang pertama yang masuk di Nusantara dalam rangka penyebaran Islam (Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmati keluarga Azmatkhan) Sesuai dengan namanya, yang berarti “Pemimpin dari keluarga Mulia” Keluarga Azmatkhan sejauh ini tercatat memimpin banyak Kesultanan atau Kerajaan di Asia Tenggara. Diantaranya :

1. Kesultanan Nasirabad – India Gujarat

2. Kesultanan Adipati Bagelen

3. Kesultanan Adipati Bangkalan – Madura (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

4. Kesultanan Adipati Gerbang Hilir

5. Kesultanan Adipati Jayakarta

6. Kesultanan Adipati Manonjaya (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

7. Kesultanan Adipati Pajang

8. Kesultanan Adipati Pakuan (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

9. Kesultanan Adipati Sukapura (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

10. Kesultanan Adipati Sumenep[1]

11. Kesultanan Adipati Tasikmalaya (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

12. Kesultanan Ampel Denta – Surabaya

13. Kesultanan Banten

14. Kesultanan Campa (Kamboja)

15. Kesultanan Cirebon Larang / Carbon Larang

16. Kesultanan Demak Bintoro[2]

17. Kesultanan Giri Kedaton

18. Kesultanan Kacirebonan – Cirebon

19. Kesultanan Kanoman – Cirebon

20. Kesultanan Kaprabon – Cirebon

21. Kesultanan Kasepuhan – Cirebon

22. Kesultanan Kedah - Malaysia (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

23. Kesultanan Kelantan – Malaysia

24. Kesultanan Mangkunegaran (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

25. Kesultanan Mataram Islam (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

26. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

27. Kasunanan Surakarta Hadiningrat (ada tautan dari pihak wanita Azmatkhan)

28. Kesultanan Pakualaman

29. Kesultanan Palembang Darusalam

30. Kesultanan Patani – Thailand

31. Kesultanan Sumedang Larang / Sunda Larang

32. Kesultanan Surabaya (Kelanjutan Kesultanan Ampel Denta)

33. Kesultanan Ternate

Itu baru yang terdata.. karena menurut Rabithah Azhamat Khan Jakarta bahwa seluruh zuriat Nabi jumlahnya 313 juta, dan yang baru terdata hanya 10 %!!!, bagaimana dengan yang lain? dari beberapa diskusi yang saya lakukan dengan ahli sejarah dari Lampung saja yaitu saudara Arya Purbaya, khususnya wilayah Lampung dan sekitarnya seperti Skala Brak, Tulang Bawang dan juga yang lainnya (untuk lebih faham silahkan hubungi beliau di FB nya) ternyata Kerajaan-kerajaan di lampung tersebut masih memiliki keterkaitan dengan nasab Azhamat Khan Alhusaini ini, dan beliau mempunyai catatan serta juga diperkuat dengan budaya tradisi lisannya, hanya saja dalam pemanggilan nama dan gelar sudah tentu sudah mengalami akulturasi, mereka mempunyai panggilan khas sendiri, dan ini juga biasanya berlaku untuk kerajaan-kerajaan lain..

Dari data di atas juga membuktikan bahwa sesungguhnya penyebaran Islam di Indonesia serta kawasan asia tenggara banyak dilakukan oleh keturunan dari Nabi Muhammad ini. Dan dari bukti adanya Nasab ini juga sekaligus membantah pendapat yang mengatakan bahwa penyebar islam yang selama ini ketahui dan dipercaya adalah dari "PEDAGANG GUJARAT". Pendapat ini salah besar!!, karena Dinasti Sayyid Abdul Malik yang berada di Hiderabad yang juga bagian Gujarat India ternyata berasal dari Yaman dan leluhurnya Sayyidina Ahmad Bin Isa adalah seorang ahlul bait NABI MUHAMMAD SAW yang menyingkir dari Irak menuju Hadramaut Yaman karena kekacauan politik pada saat itu, dan leluhur dari Sayyidina Ahmad bin Isa sendiri adalah keturunan dari Sayyidina Husin yang merupakan cucu tercinta dari Nabi Muhammad SAW.

Kedatangan keturunan dari Sayyid Abdul Malik Ke Indonesia bukanlah berdagang, namun memang bertujuan untuk menyebarkan Agama islam secara cerdas dan dengan cara yang simpatik serta damai, salah satunya adalah berdagang!!!. sehingga dengan cara mereka berdakwah ini akhirnya mereka semua bisa melakukan akulturasi budaya yang luar biasa hebatnya.

Betapapun demikian dalam melakukan tugas dakwah keturunan Sayyid Abdul Malik ini tidak pernah menonjolkan nasab yang mereka miliki, mereka bahkan menyimpan rapi keberadaan nasab tersebut, hal ini karena mereka rendah hati dan ikhlas dalam berdakwah, sehingga setelah melalui masa ratusa tahun keturunan dari mereka ini sudah menjadi orang Indonesia asli berbaur dengan masyarakat pribumi.

Keturunan Sayyid Abdul Malik inilah yang merupakan gelombang pertama keturunan Rasulullah yang masuk secara besar-besaran ke wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia, sedangkkan gelombang kedua yaitu rombongan Bani Alawi hadramaut pada abad pertengahan abad 18.. Mereka banyak dikenal dengan fam Assegaf, Alattas, AlJupri, Alaidrus, Alhabsyi dan rumpun marga yang kira berjumlah kurang lebih 400 marga. mereka dari Bani Alawi ini lebih terkenal dengan panggilan HABIB/SAYYID atau SYARIF. Sedangkan keturunan dari jalur Sayyid Abdul Malik sudah berganti nama dan gelar sesuai dengan daerah masing-masing, ada Pangeran, Tumenggung, Raden, Raden Mas, Tubagus, Aip, Sidi, Tengku, Syed, Gus, Lora, wan, tuan, dll. intinya sesuai dengan budaya daerah masing-masing

Nah dari data yang tercatat diatas bisa kita lihat bagaimana pengaruh dan hubungan antara nasab Azhamat khan Alhusaini ini dengan bangsa Indonesia, belum lagi bila kita melihat nasab ulama atau tokoh penting kita pada saat ini..semua rata-rata memiliki keterkaitan dengan nasab yang mulia ini..hanya saja apakah mereka tertarik dengan informasi seperti ini? apalagi orang-orang yang tidak terlalu peduli dengan seluk beluk ilmu nasab. jangankan nasab leluhurnya. Nama kakek dan neneknya saja terkadang mereka tidak tahu.. Jangankan mau mendalami silsilah, sejarah tentang keluarganya saja tidak tahu. padahal sekelas seperti penyanyi Koes Plus saja masih keturunan Sunan Drajat, anda tahu Arman Maulana, atau Miing bagito? nama depannya adalah Tubagus yang menandakan bahwa ia adalah seorang zuriat nabi dari jalur Sultan hasanudin, anda tahu Ratu Felisa? artis wanita yang cukup kontroversi, lihat nama depannya yang memakai ratu. masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.

Bagaimana dengan kerajaan Demak dan kerajaan Jipang Panolan sendiri? berdasarkan dari catatan nasab diatas kerajaan Demak masuk rumpun dari Azhamat Khan. Bagaimana dengan Jipang Panolan kemudian Gunung batu yang merupakan wilayah kekuasaan Ratu Sahibul ? apakah itu masuk dalam bagian Azhamat Khan.

Bila dilihat dalam keterangan sejarah demak, Ratu Sahibul dikatakan adalah cucu dari Raden Fattah lewat jalur Pangeran Sekar Seda Lepen (raden kikin) yang dibunuh oleh Prawata yang juga masih kerabat beliau. Menurut dari situs Azhamat Khan Alhusaini bahwa Raden Fattah merupakan keturunan asli dari Azhamat Khan Alhusaini bukan dari jalur Brawijaya 5!!.Nasab Raden Fattah yang dikatakan dari Brawijya 5 lagi-lagi berasal dari Buku Babad Tanah Jawa yang banyak sekali distorsinya.. Dalam penelitian terkini terutama yang dilakukan pakar-pakar nasab yang berada dalam naungan Rabithah Azhamat Khan Alhusaini, diketahui bahwa sesungguhnya Raden Fattah adalah seorang Sayyid, adapun silsilah beliau adalah:

Ayah Raden Fattah adalah Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa) bin Ali Alam (Ali Nurul Alam ) bin Jamaluddin Al-Husain ( Sayyid Hussein Jamadil Kubra) bin Ahmad Syah Jalal bin Abdullah bin Abdul Malik bin Alawi Amal Al-Faqih bin Muhammad Syahib Mirbath bin ‘Ali Khali’ Qasam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Al-Syeikh Ubaidillah bin ahmad Muhajir bin ‘Isa Al-Rumi bin Muhammad Naqib bin ‘Ali zainal Abidin bin Al-Hussein bin Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW .

Nah dari sini ketika bisa melihat bahwa Raden Fattah adalah seorang Azhamat Khan. Dan ini juga telah diperkuat dalam tradisi lisan saudara Arya Purbaya.dan karena raden Fattah merupakan seorang raja yang besar, tentu ia juga banyak memiliki keturunan yang nantinya akan menyebar diwilayah-wilayah sekitarnya bahkan sampai Palembang. Dan boleh jadi bila kita mau rajin dan tidak putus asa, silsilah atau nasab bangsa Komering dan sekitarnya boleh jadi memiliki keterkaitan dengan nasab Azhamat Khan ini.

betapapun demikian janganlah bagi siapa saja yang memiliki nasab yang mulia seperti ini, menjadi sombong bahkan menjadi ajang pamer, tidak perlu itu semua.. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mencontoh ahlak para leluhur kita itu..

Pemuda yang hebat adalah bukan yang membanggakan leluhurnya, pemuda yang hebat adalah bagaimana ia bisa menunjukkan dirinya sendiri...

sumber: http://sejarahgunungbatu.blogspot.com/2012/04/hubungan-nasabsilsilah-azhamat-khan.html


[1] Sebagian dari Raja-Raja Sumenep adalah Keturunan Azmatkhan dari Jalur Maulana Fadhal Ali Al-Murthadha Raja Pendeta. Ada Juga dari Keturunan Raja Demak Bintoro jalur Tumenggung Kanduruan dan Raja Sumenep Asli keturunan Aria Banyak Wedi dan Ario Bangah yang kemudian menurunkan Ario Danurwendo (Lembu Sarenggono) dst.

[2] Pendirian Kesultanan Islam Demak adalah atas prakarsa kelompok Wali Songo yang terdiri dari keluarga Azmatkhan dan waktu itu dipimpin oleh Sunan Ampel. Ketika pendirian Kesultanan Demak dimulai, maka Sunan Ampel menunjuk murid beliau, Abdul Fattah (Raden Patah), untuk menduduki kursi kesultanan.Semula Raden Patah menolak karena merasa ada yang lebih layak untuk menjadi Sultan, beliau memohon agar Sunan Ampel saja yang menjabat sebagai Sultan, namun Sunan Ampel tidak mau dan Raden Patah pun mau setelah Sunan Ampel menyatakan bahwa penunjukan itu adalah sebagai perintah seorang guru pada muridnya.

1 comment

  1. APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait menjadi universal:

    1. Kedua orang tua para nabi/rasul;.

    2. Saudara kandung para nabi/rasul.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah bukan termasuk kelompok ahlul bait.

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

    ReplyDelete

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter