Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

PUASA DAN KESEHATAN TUBUH

10270775_659998084050013_5986380965838323081_n

Hikmah puasa bagi kesehatan seperti yang utarakan Syeikh Ali Ahmad al-Jurjawi, adalah untuk membersihkan perut dari kotoran karena perut adalah sumber dari segala penyakit, oleh karenanya pemeliharaan perut adalah awal dari segala pengobatan.[1] Masing-masing anggota badan memang membutuhkan istirahat minimal dalam waktu beberapa saat. Begitu juga perut yang merupakan bagian dari tubuh maka perlu juga istirahat sebagaimana anggota-anggota tubuh yang lain. Seperti yang dikatakan kebanyakan ahli medis bahwa sesungguhnya puasa itu bisa menjadi pengaman yang paling baik dari berbagai macam penyakit kronis dan penyakit menular, misalnya adalah penyakit cacar dan syphilis.[2]

Puasa sebagai salah satu cara yang baik untuk mengatasi kedua penyakit secara tuntas, yaitu dengan cara pasien disuruh melakukan puasa selama tiga minggu dengan berpantang untuk jenis makanan tertentu, dalam rangka membersihkan tubuh dari kuman-kuman berbahaya yang telah menyebabkan penyakit dan sekaligus menumbuhkan kembali sel-sel yang telah rusak akibat kena kuman tersebut, sehingga ketika tubuh pasien diberi obat akan lebih cepat sembuh, disebabkan tubuh sudah terbebas dari kuman yang berbahaya.[3]

Selanjutnya puasa juga bisa menjadi cara untuk dapat membersihkan tubuh dari segala hal yang menyebabkan penyakit dan sekaligus dapat menghilangkan hal-hal yang mungkin justru akan menambahnya racun berbahaya atau makanan berlebihan yang sebetulnya tubuh sudah tidak mampu untuk menampungnya dengan dasar pemahaman bahwa tubuh manusia itu bukan sekedar tempat menyimpan makanan, akan tetapi ia juga merupakan pusat keseimbangan, kesesuaian dalam hal mengolah bahan makanan dalam tubuh dengan proses kimia. Keseimbangan itu bisa saja rusak disebabkan kekurangan dan kelebihan bahan makanan dalam tubuh.[4]

Sehingga Syeikh Ali Ahmad al-Jurjawi menegaskan bahwa diantara keistimewaan puasa adalah mengistirahatkan alat-alat pencernaan serta alat-alat pendistribusian makanan dari hasil pencernaan dengan jalan memberi kesempatan organ-organ yang lemah untuk pemulihan kembali setelah lama bekerja. Puasa merupakan faktorpenyegaran kembali agar timbul kehidupan dan semangat yang baru pada sela-sela yang ada dalam perut, dalam rangka menjaga keseimbangan tubuh agar tetap sehat.[5] Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-’Araf ayat 31 yang berbunyi:

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد و كلوا و اشربوا و لا تسرفوا إنّه لا يحب المسرفين

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid. Makanlah dan minumlah kamu, tetapi janganlah kamu berlebih-lebihan, karena Allah tiada menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Sehingga yang terjadi diantara manusia yang berlebih-lebihan dalam hal makan, yang menyebabkan makanan itu hanya bertumpuk dalam tubuhnya. Padahal dapat dibaratkan, bahwa namanya mesin (perut) itu pasti ada batas untuk menampung benda sekaligus memprosesnya. Hal itu kalau dilanggar akan berakibat fatal yaitu timbulnya berbagai kerusakan (penyakit) akibat kelebihan dari pemenuhan makan dan minuman dalam tubuh. Dengan jalan puasa orang dapat melepaskan dari sisa-sisa makanan yang menyakitkan itu, yang nantinya dapat membawa kesehatan bagi tubuhnya. Kemudian secara medis para dokter sendiri telah banyak menasehati kepada para pasien untuk berpuasa demi mendapatkan kesembuhan maksimal dalam mengobati penyakit yang diderita para pasien.[6]

Dari uraian singkat di atas, maka dapat dijelaskan bahwa dengan puasa dapat menjadikan tubuh sehat dan juga menyembuhkan dari berbagai penyakit. Ini kedengarannya memang agak paradoks bahwa menjauhi makan pada waktu-waktu tertentu hanya akan menimbulkan nafsu makan. Padahal setelah dipraktekkakan cara tersebut yaitu istirahat yang diberikan kepada alat pencernaan dalam sebulan atau waktu tertentu akan dapat memberikan kekuatan tambahan, seperti tanah yang diistirahatkan tidak ditanami dalam tempo tertentu, sehabis itu lalu ditanami maka hasilnya akan lebih produktif daripada tanah ditanami secara terus menerus.

Hal itu kalau pada praktekkan pada badan yaitu dengan cara badan diberi pembatasan aktivitas pencernaan dalam waktu tertentu, lebih-lebih diterapkan pada orang yang sedang menderita suatu penyakit, baik penyakit itu biasa maupun kronis. Hal tersebut telah dibuktikan oleh banyak orang yaitu hasilnya sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia tersebut. Sehingga puasa yang dilakukan tersebut dapat menjadikan terapi bagi sekian banyak penyakit, bahkan mampu menjadi faktor kesembuhan bagi penyakit yang telah diperkirakan secara medis sulit disembuhkan.

Puasa yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit telah terbukti sejak zaman dulu, sampai sekarang yang justru semakin dikembangkan sebab buktinya memang nyata dapat dirasakan. Dan perlu dipahami bahwa puasa kaitannya kesembuhan penyakit, bukan puasa kayaknya puasa ramadhan tetapi puasa yang dilakukan pasien adalah puasa menahan dari makan dan minum sedang waktunya disesuaikan dengan keakutan penyakit yang diderita.

Puasa adalah bukan suatu bentuk syarat keagamaan saja di mana kalau tidak dilakukan akan mendapat ganjaran (dosa). Namun lebih dari itu, puasa tenyata juga bisa bermanfaat bagi kesehatan, sebab puasa bisa menjadi alat yang ampuh dalam menyembuhkan berbagai penyakit biasa sampai penyakit kronis padahal secara medis penyakit itu sulit disembuhkan tetapi dengan jalan puasa ternyata penyakit tersebut bisa teratasi malah hasilnya menakjubkan, yaitu pasien tersebut bisa sembuh total. Hal itu telah dibuktikan tidak cuma satu ahli medis tetapi juga dibuktikan oleh banyak ahli medis dari zaman dahulu sampai sekarang. Hal itu berarti bahwa puasa diperintahkan adalah untuk kebaikan manusia sendiri dan bukan untuk Allah SWT.


[1] Syeikh Ali Ahmad al-Jurjawi, Hikmah al-Tasyri Wa Falsafatuhu, terj Hadi Mulyo & Shobahussurur, CV Asyifa Semarang, 1992, Jilid I., hlm. 192

[2] Ibid., hlm.192

[3] Ibid., hlm.202

[4] Ibid., hlm.201

[5] Ibid., hlm. 201

[6] Ibid., hlm. 202

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter