Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

PERIODISASI PERKEMBANGAN JANIN DALAM KANDUNGAN



Periode perkembangan janin dalam kandungan, menurut para ilmuan Embriologi, janin berkembang melalui beberapa tahap, tahapan ini dikelompokkan menjadi tiga tahapan, yaitu; periode zigot, embrio dan fetus. Perkembangan ini membutuhkan waktu kurang lebih sembilan bulan, hal ini telah diungkapkan dalam firman Allah, dalam Surat Nuh, Ayat 14.

“(Padahal Dia) Sesungguhnya menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian”(Qs. Nuh,71:14)[1]

Tubuh manusia terdiri atas sel-sel. Sel merupakan satuan terkecil yang memperlihatkan gejala kehidupan.[2] Manusia dewasa berisi 6x10¹² sel yang berbeda-beda, setiap sel tidak dapat melakukan fungsi organisme hidup, tidak dapat disangkal bahwa setiap sel itu hidup, tetapi masing-masing dikhususkan untuk melakukan satu atau beberapa fungsi bagi organisme yang menjadikan sel itu bagiannya. Jadi setiap sel bergantung pada sel-sel lain untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak dapat dilakukan sendiri.[3]

Sel terdiri dari membran sel atau membran pembatas di luar, berguna sebagai interfase antar mesin-mesin di bagian dalam sel dan fluida cair yang membasahi semua sel. Sitoplasma dan organel-organel lain, diantaranya: mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, apparatus golgi, lisosom, periksisom, vakuola dan inti sel yang disebut nukleus. 

Nukleus merupakan pusat pengendali dalam sel, jika nukleus dalam sel dirusak maka telur itu tidak dapat melakukan perkembangannya menjadi individu baru. Didalam nukleus terdapat kromosom yang terdiri atas molekul-molekulyang berpasangan sebagai rangkaian panjang yang saling melilit. Tiap rangkaian berisi kode genetik yang disebut DNA (Dioxyrebose Nucleic Acid) sebagai sifat pembawaan yang diturunkan dari kedua orang tua.  

Sel-sel dewasa mempunyai kromosom haploid yang berjumlah 46 kromosom, sedangkan kromosom sel benih bersifat diploid berjumlah 23 kromosom, hal ini dikarenakan kromosom-kromosom itu berpisah pada waktu gametoenesis pada sel telur dan spermatogenesis pada sel sperma. 

Kromosomsel telur dewasa hanya mempunyai kromosom X, sedangkan sel sperma dewasa setengahnya membawa kromosom X dan setengahnya lagi membawa kromosom Y. Maka sperma yang membuahi telur akan menentukan kelamin anak yang dilahirkan. Sperma yang membawa kromosom Y menentukan anak itu menjadi laki-laki, dan sperma yang membawa kromosom X menentukan anak menjadi perempuan. Ini berarti bahwa bapak dengan sel-sel benihnyalah yang menentukan kelamin dari anak-anaknya.[4]

Periode awal perkembangan janin dimulai dengan adanya proses konsepsi, yaitu pembuahan (fertilisasi) sel telur oleh sperma, yang merupakan tahap ketiga dari permulaan perkembangan sel sejak mulainya kehidupan baru.[5]

Tahap pertama pematangan sel-sel seks baru dan tahap kedua yaitu ovulasi (proses melepasnya satu telur yang matang selama siklus haid dari indung telur). Agar fertilisasi terjadi, sperma harus ditampung dalam waktu yang berdekatan dengan waktu ovulasi umumnya terjadi dalam kedua belas sampai ketigapuluh empat jam pertama setelah telur memasuki tuba).[6]

Perpindahan sperma dilakukan dengan kopulasi (persetubuhan). Spermatozoon disimpan dimulut uterus. Melalui daya tarik hormonal yang kuat spermatozoon masuk ke dalam tuba, yang dibantu mencari jalannya dengan adanya kontraksi otot. Sperma dapat mencapai telur dalam waktu 15 menit dari saat ejakulasi. Perjalanan ini penuh dengan mortalitas yang tinggi. Ejakulasi rata-rata berisi beberapa ratus juta sperma, tetapi hanya beberapa ribu yang dapat menyelesaikn perjalanannya dan dari ini hanya satu sperma akan berhasil memasuki telur dan membuahinya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al Mukninun ayat 12-13,

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dari saripati (berasal) dari tanah (12), kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13).”[7]

Thin ataupun turob memiliki makna yang sama, yaitu tanah yang mengandung air, dari sinilah kemudian tumbuh segala tanaman (tumbuh-tumbuhan) yang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai makanan, intisari makanan tersebut sebagian akan membentuk spermatozoa, yakni, sel mani yang apabila masuk kedalam sel telur biasa menimbulkan pembuahan.[8]

Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa, dalam tubuh manusia itu terdapat pola unsur kimia yang ada dalam tanah. Dari situ dapat dipahami pola unsur kimia yang ada dalam komponen-komponen yang dikandung dalam tanah, yaitu berbagai komponen atom yang membentuk molekul yang terdapat dalam tanah dan jasad manusia.[9]

Perkembangan janin dibedakan menjadi dua; Pertama, perkembangan dilihat dari segi fisik janin, dan yang kedua perkembangan janin dilihat dari segi psikologis. 

Perkembangan Fisik Janin 

Setelah terjadinya konsepsi hingga terjadi pembuahan, kedua sel ini menyatu dan berkembang hingga terbentuk menjadi manusia melalui tiga  periode, yaitu: 

a. Periode zigot 

Periode zigot dimulai sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua. Setelah perpaduan inti sel kedua orang tua, maka terbentuklah kedua inti baru. Perlengkapan genetis dari kedua inti baru itu berbeda dengan perlengkapan inti sel masing-masing orang tua. Sel baru merupakan campuran dari keduanya saat terbentuknya kedua inti baru dan saat itu telur yang sudah dibuahi itu membagi diri, merupakan awal mula kehidupan seorang manusia yang baru, jam pertama pada hari pertama.[10]

Sel telur yang telah dibuahi akan membelah menjadi dua sel, kemudian menjadi empat sel, dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba faloppi menuju rahim. Saat ini dengan perkiraan kasar terdapat tigapuluh sel dari hasil pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari bahasa latin yang berarti anggur.[11]

 Sel yang lebih besar bentuknya akan membentuk embrio, sel pertama itu tidak menghasilkan sel-sel yang sama seperti sel asal, melainkan rupa-rupa sel yang beraneka spesialisasi sesuai dengan tugas khusus masing-masing bagian tubuh manusia. Morula ini dalam keadaan mengapung dalam cairan rahim. Pada hari keempat terbentuklah menjadi blastosit (blastos: kecambah; cyst: gelembung; yun). Blastosit mestimulasi terjadinya perubahan dalam tubuh termasuk terhentinya siklus menstruasi. 

Pada hari ketujuh gelembung ini akan tertanam ke dalam rahim (endometrium) melalui proses nidasi. Selama proses nidasi pembuluh yang sangat halus dalam jaringan sel sang ibu dibuka, sisa jaringan yang rusak atau tetes darah kecil yang keluar merupakan makanan bagi sel-sel yang sedang tumbuh.[12]

Tahap ini disebut juga dengan tahap alaqah dalam bahasa arab, lintah disebut  alaqah karena kata kerja alaqoh bermakna menempel atau melekat.[13] Firman Allah :

“Bukankah (manusia) dahulu adalah setetes mani yang ditumpahkan (kedalam rahim), kemudian ia menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya dalam ukuran yang tepat dan selaras”.(QS. Al qiyamah: 37-38).[14]

Menurut Maurice Bucaille gagasan tentang kebergantungan mengungkapkan arti asli kata dari bahasa arab alaq. Salah satu turunan dari kata tersebut adalah segumpal darah. Suatu penafsiran yang masih kita temukan sekarang dalam terjemahan Al qur’an. Hal ini sebenarnya merupakan terjemahan yang tidak tepat dari pengulas-pengulas zaman dahulu yang merupakan penafsiran menurut arti turunan kata tersebut. 

Karena kurangnya pengetahuan pada waktu itu maka mereka tidak pernah menyadari bahwa arti dalam hal ayat-ayat yang mengandung arti pengetahuan modern, ada satu kaidah umum yang terbukti tidak pernah salah, yaitu bahwa makna yang paling tua dari suatu kata merupakan arti yang jelas menunjukkan kesetaraannya dengan penemuan-penemuan ilmiah, sedang arti turunannya secara berubah-ubah membawa kepada pernyataan yang tidak tepat atau malah sama sekali tidak punya arti.[15] Ia memberikan penafsiran ayat tersebut sebagai berikut: 

“Bukankah (manusia) dahulu adalah sejumlah kecil sperma yang ditumpahkan, kemudian ia menjadi sesuatu yang begantung lalu Allah membentuknya dalam ukuran yang tepat dan selaras”.[16]

Menurut M. Quraisy Shihab, alaq diartikan dengan a) segumpal darah yang membeku, b) sesuatu yang seperti cacing, berwarna hitam, terdapat dalam air, bila air itu diminum, cacing tersebut menyangkut dikerongkongan, c) sesuatu yang bergantung atau berdempet. Quraisy Shihab lebih cenderung memaknai arti alaqah dengan sesuatu yang bergantung atau berdempet di dinding rahim.[17]

b. Periode embrio 

Periode embrio dimulai sejak akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua. Pada hari kesembilan mulailah kelompok sel yang sudah melekat kuat pada dinding rahim menjadi suatu embrio atau mudigoh[18] kumpulan sel dalam blastokista-gugusan sel dibagian dalam memulai serangkaian pembelahan dan pembedaan membentuk sebuah badan dengan ujung kepala dan ujung ekor serta menjadi berkerut-kerut oleh alur-alur disetiap sisinya. Kerutan ini membatasi badan pada pasangan “somit” yang berurutan, dan morfologi umum, kemudian menyerupai makanan (daging) yang dikunyah dengan tanda-tanda gigi geraham yang membuatnya berlekuk-lekuk, karenanya terminologi mudhghoh dalam alqur’an menyerupai makanan yang dikunyah.[19]

Blastotista benar-benar tertanam di dalam rahim pada hari kesepuluh. Kumpulan sel yang disebut sel-sel  filli berfungsi sebagai jalur pertukaran zat makanan dan zat sampah antara pembuluh darah ibu dan bayi. Filli ini berbentuk seperti jonjot akar yang tertanam kedalam endometrium. Jalur pertukaran ini pada akhirnya akan sempurna dengan dibentuknya plasenta, yaitu suatu organ yang akan memberikan nutrisi dan melindungi janin beberapa bulan mendatang.

Memasuki minggu kedua, di bagian tengah “bola berbentuk dua lapisan sel, yakni ectoderm di bagian bawah dan entoderm di bagian atas. Selanjutnya sel-sel pada lapisan entoderm memisahkan diri dan membentuk dua lapisan sel baru, yaitu mesoderm di bagian tengah dan endoderm di bagian atas. Ketiga lapisan sel yang masing-masing merupakan cikal bakal berbagai organ tubuh biasanya terbentuk saat usia kehamilan mencapai minggu ketiga, blastula yang telah menjadi embrio berlapis tiga ini disebut grastrula.[20]

Ktoderm, kelak akan membentuk kulit, kelenjar keringat, rambut, kuku, system saraf pusat, lapisan email (lapisan yang keras) pada gigi, lapisan pelindung lubang gigi, mulut dan anus, serta beberapa organ tubuh lainnya. Sedangkan sel-sel pada lapisan mesoderm nantinya antara lain akan menjadi tulang, otot, pembuluh darah, jaringan ikat, organ reproduksi, ginjal dan hati. Sementara lapisan endoderm merupakan cikal bakal jantung, pankreas, paru-aru, lapisan pada pencernaan dan pernafasan, kandung kemih dan saluran kemih (uretra).[21]

Sementara itu lapisan rahim akan tumbuh di sekitar blastotista dan menutupinya. Menjelang akhir bulan pertama embrio sudah agak lengkap dari ujung kepala sampai kaki panjangnya kira-kira 4mm, masih sulit membedakan bagian-bagian strukturnya. Tetapi badan ini sudah mempunyai kepala dengan dasar permulaan mata dan telinga, sebuah mulut dan otak yang telah memperlihatkan ciri khas manusia, ginjal sederhana telah ada, limpa, bagian pencernaan, tali pusat sederhana, peredaran darah dan sebuah jantung. Rupa embrio masih belum manusiawi, ia mempunyai sebuah ekor; di kedua belah sisi kepalanya terdapat kerut-kerut seakan ada insang, ada benjolan lengan dan kaki yang agak berlainan dengan tangn dan kaki manusia. 

Dalam minggu kelima hingga minggu ketujuh, proses tumbuh kembang yang terjadi pada embrio akan menghasilkan perubahan tulang serta pertambahan berat, embrio sedikit demi-sedikit dilapisi oleh pigmen (zat warna) hingga akhir bulan kedua. Mata embrio yang berbentuk bola hitam ini belum bisa berkedip karena belum memiliki kelopak. 

Memasuki pertengahan bulan kedua wajah embrio dihiasi dengan sepasang mata dan sebuah hidung mungil juga mulut lengkap dengan bibir atas dan bibir bawah. Proses pembentukan jaringan kulit saat ini juga sudah mulai terjadi setelah sel-sel cikal bakal kulit yang berasal dari lapisan ectoderm (lapisan terluar) selesai membentuk otot, maka sel-sel itu akan membentuk dua lapisan kulit di atasnya. Lapisan pertama yang terletak di luar yakni epidermis merupakan lapisan kulit yang berfungsi sebagai pelindung, sedangkan lapisan kedua yang disebut dermis adalah lapisan kulit yang bertugas sebagai “bantalan” bagi tubuh. Di dalam lapisan ini,  sebagian sel membentuk kelenjar keringat dan kelenjar minyak. 

Dalam minggu keenam telah terdapat pokok kerangka tulang tubuh yang lengkap. Kerangka itu masih belum terdiri atas tulang melainkan seperti ujung hidung orang dewasa, yaitu tulang rawan. Antara hari ke 46 dan 48 tulang rawan itu sudah diganti dengan sel-sel pertama sel-sel sesungguhnya, selalu dimulai dari kedua lengan bagian atas. 

Pada minggu ketujuh embrio berubah sebagian bayi kecil yang sudah baik dan telah memperlihatkan bentuk tubuhnya dan semua organ dari tubuh orang dewasa, panjang janin dua centimeter berat dua kilogram, ia mempunyai wajah manusia dengan mulut, telinga, hidung dan lidah, bahkan di rahangnya telah terdapat kuntum-kuntum gigi sulung. 

Tubuh telah menjadi padat, lengan hanya sebesar tanda seru, mempunyai tangan dan jari-jari, serta ibu jari, kaki sudah mempunyai lutut, tapak kaki dan jari kaki. Tubuh embrio juga telah bekerja, otak menyiarkan rangsang-rangsang yang mengkoordinasikan kegiatan alat-alat tubuh lain. Jantung berdenyut dengan kuat, perut telah menghasilkan sedikit getah lambung, hati telah membentuk sel-sel darah, otot pada lengan dan badan juga dapat digerakkan sedikit. 

Menurut data penanggalan perkembangan embrio setiap kali bertumbuh satu millimeter. Akan tetapi badannya tidak tumbuh secara serentak dan merata: pelbagai bagian bertumbuh pada pelbagai jangka waktu.[22]

Munculnya sel-sel tulang yang pertama ini menunjukkan berakhirnya masa embrional. Kriterium ini dipilih oleh ahli embriologi, karena permulaan pembentukan tulang terjadi bersamaan dengan penyelesaian tubuh. Pembangunan struktur ini diikuti perkembangan fungsi-fungsi. Jika pada akhir bulan kedua embrio (yang bergembung, berlembaga dari dalam ; Yun) sudah menjadi fetus (keturunan ; lat) sebenarnya ia sudah boleh disebut bayi.[23]

c. Periode fetus 

Periode fetus atau yang dikenal dengan periode janin dimulai sejak akhir bulan kedua sampai lahir. Pada minggu kesembilan punggung bayi akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan sedikit memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota lainnya dan bagian kepalanya masih menekuk ke arah dada. 

Kedua mata telah berkembang dengan baik, namun masih ditutupi oleh membran kelopak. Janin dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-ototnya mulai berkembang, anggota badannya juga mulai berkembang. Perkembangan lengan dan jari tangan  lebih cepat daripada tungkai dan jari kaki. Pada tahap ini telapak tangan janin telah memiliki batas jari tangan yang jelas, kelima jari tangan tampak terpisah satu sama lain. 

Minggu kesepuluh janin telah memiliki rancangan struktur tubuh yang sempurna, janin mulai berwujud sebagai manusia. Perkembangan yang terjadi meliputi pemisahan jari-jari tangan dan kaki, munculnya bakal lidah dan gigi, menghilangnya tulang ekor dan semakin berkembangnya bayi. Otak bayi setiap menitnya diproduksi seperempat juta sel-sel syaraf (neuron) baru.[24]

Jantung janin berkembang sempurna walaupun genitalia eksternal belum jelas terlihat, namun testis bayi laki-laki telah memproduksi testosteron, sehingga proses maskulinisasi telah dimulai pada akhir minggu kesepuluh ini. Bayi telah dinyatakan melewati masa kritis terjadinya kelainan congenital (cacat bawaan).[25]
 
Minggu kesebelas pembuluh darah dalam plasenta akan diperbanyak untuk menyokong kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, usus halus dalam perutnya masih dalam proses perkembangan dan beberapa diantaranya masih menyatu ke dalam tali pusat usus ini telah mampu menimbulkan gerakan peristaltik, yaitu gelombang kontraksi yang mengalirkan makanan sepanjang saluran pencernaan. 

Minggu keduabelas, janin terus tumbuh besar, ukurannya telah berlipat ganda dalam tiga minggu terakhir dan wajahnya mulai menunjukkan wujud manusia. Walaupun seluruh struktur telah terbentuk namun belum sempurna, minggu ini terjadi proses penyempurnaan keseluruhan struktur tersebut. Kuku jemari tangan dan kaki mulai terbentuk, otot-otot janin mulai berkembang dengan baik untuk menimbulkan adanya gerakan spontan yang tidak disadari (involunter). Otak belum berkembang dengan sempurna, sehingga perintah untuk menggerakkan otot berasal dari tulang belakang. Saat ini seluruh usus halus janin telah berada dalam rongga perutnya. 

Bila bayi berjenis kelamin laki-laki maka sifat maskulinnya akan timbul dan organ reproduksi wanitanya akan menghilang. Janin aktif bergerak dalam perut ibu dalam satu jam bisa berubah posisi duapuluh kali, namun tidak semua gerakan dilakukan atas inisiatif sendiri, ada yang terjadi akibat aktifitas ibu.

Minggu ketigabelas kelopak mata bayi masih menutup dan tidak akan membuka hingga usia kehamilan empat bulan. Bayi akan mulai menghisap ibu jari tangannya, karena tanggannya telah cukup panjang, jaringan yang akan melapisi tulang telah terbentuk terutama bagian kepala, kaki, serta beberapa tulang iga mulai terlihat. Bagian mulut dan dagu tampak lebih jelas, plasenta telah berkembang dengan sempurna dan telah siap menjadi tempat pembentukan hormon yang selama ini dihasilkan oleh ovarium.  

Menjelang akhir bulan ketiga, setiap bayi memperlihatkan tingkah laku yang sangat pribadi. Hal ini disebabkan karena struktur otot pada setiap bayi berlainan, umpamanya susunan dan macamnya otot muka mengikuti pola yang diturunkan. Ekspresi wajah sang bayi pada bulan ketiga sudah mirip wajah orang tuanya. Tetapi apa yang dapat diperbuat dan bagaimana cara sang bayi berbuat sesuatu, ditentukan oleh sifat-sifat turunan. 

Keadaan dalam rahim pun memegang peranan: jika perkembangan berlangsung normal, tingkah laku bayi ditentukan oleh bakat keturunan. Akan tetapi diketahui pula, bahwa alat-alat tubuh pada masa prenatal dapat berubah karena makanan dan penyakit sang ibu. Jika perubahan-perubahan seperti ini terjadi waktu mekanisme syaraf otot itu masih muda, maka hal ini dapat mengakibatkan perubahan tingkah laku yang tidak bisa diluruskan lagi.[26]

Minggu keempatbelas disebut juga dengan bulan keempat, trimester kedua, wajah bayi terlihat lebih sempurna, pipi dan jembatan hidungnya telah terlihat, kedua telinganya telah berpindah dari bagian sisi leher ke sisi di samping kepala, letak kedua matanya telah saling berdekatan. Perkembangan besar lainnya terlihat dengan tumbuhnya lanugo yang merupakan suatu rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh janin dengan pola melingkar sesuai alur kulitnya. Pola ini nantinya akan menjadi cikal bakal sidik jari.[27]

Minggu kelimabelas, pada minggu ini timbul pigmentasi pada rambut bayi hal ini sesuai dengan gen yang diturunkan. Bayi makin banyak bergerak, lengan mampu menekuk di bagian siku dan pergelangan tangan membentuk kepalan tangan. Perkembangan tulang dan tulang rawan terus berlangsung  dan telah terbentuk sempurna di seluruh tubuh. 

Minggu keenambelas, bayi telah mampu menegakkan kepalanya, otot wajah sedikit berkembang, sehingga ia mampu memperlihatkan beberapa raut wajah yang berbeda. Bayi juga mampu mengedipkan mata, membuka mulutnya, bahkan mampu mengerutkan dahi, zat kalsium telah cukup disimpan dalam tulangnya. Jika bayi ini perempuan maka ovarium telah turun dari ronngga abdomen dan masuk di rongga panggul, di dalamnya telah terbentuk lebih dari lima juta sel. 

Perkembangan janin tersebut telah diungkapkan oleh Allah dalan surat Al Mu’minun ayat 14 yang telah di bahas dalam pembahasan di atas,

“..Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk  yang  lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”[28]

Manusia tercipta dari nuthfah, kemudian menjadi alaqoh diartikan dengan sesuatu yang bergantung dan berdempet, alaqoh kemudian menjadi mudghoh (seperti daging yang telah dikunyah), lalu Allah menciptakan mudghoh itu tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus daging kemudian mewujudkan mahluk yang lain, yang dimaksud adalah berbentuk manusia.  

Minggu ketujuh belas plasenta makin membesar dan berisi jaringan pembuluh darah sehingga permukaannya meluas mulai terdapat pemupukan lemak coklat yang nantinya akan berperan penting untuk menimbulkan panas tubuh. 

Minggu kedelapan belas, bayi lebih sensitif terhadap dunia luar, ia akan memberikan reaksi berupa tendangan dan dorongan, saat ini ia sudah dapat mendengar, karena tulang-tulang pendengarannya mulai mengeras dan bagian otak yang menerima impuls serta memproses sinyal syaraf dari telinga telah berkembang. Bayi akan terbiasa dengan bunyi aliran darah melalui tali pusar dan bunyi detak jantung ibu, dan retina mata telah menjadi sedikit sensitif. 

Firman Allah dalam Surat Sajdah, ayat 9 dan surat al A’raf ayat 172,

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; kamu sedikit sekali bersyukur..”[29]

“Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. Kami lakukan yang demikian itu agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadar ini (keesaan Tuhan)”.” (Qs. Al a’raf: 172)[30]

Sebelum memasuki jasmani, roh merupakan makhluk tanpa dimensi yang karenanya memiliki kecepatan jelajah amat tinggi. Tetapi setelah memasuki jasmani ia ikut terdimensi. Ia lantas terikat dengan batas-batas potensi  jasmani tersebut, baik batas materi dan non materi maupun ruang dan waktu. Roh tersebut meskipun sudah terdimensi tetap bersifat responsife. Sebab, manusia tanpa roh adalah bangkai (mayit) yang tidak berdaya, tidak berakal fikir. Setelah menjadi mayit, manusia tidak responsife terhadap semua rangsangan termasuk yang paling sakit dan kejam.[31]

Terkait dengan pendapat tersebut sebagai bentuk proses pendidikan janin, Ibn al-Qayyim mengetengahkan argumen sebagai berikut : 

“Jika ditanya apakah embrio sebelum peniupan ruh kedalamnya memiliki persepsi atau gerakan? Jawabannya bahwa ia memiliki gerakan sebagaimana gerakan tanaman yang sedang tumbuh. Gerakan dan persepsinya tidak sadar. Ketika ruh ditiupkan kedalam tubuh, gerakan dan persepsi menjadi sadar dan ditambakan kepada jenis kehidupan vegetatif yang dimilikinya sebelum peniupan ruh.[32]

Minggu kesembilan belas, otak bayi berkembang ditandai dengan ukurannya yang menempati porsi terbesar dari tubuh, bayi mampu melakukan gerakan sadar secara langsung, telinga telah berada di kedua sisi kepala, bakal gigi permanen bayi telah muncul di sela-sela gigi susu, rasio antara panjang kaki dengan paha dan tungkai keseluruhan tidak akan berubah. 

Minggu keduapuluh, kulit janin telah menebal dan membentuk empat lapisan kulit.Pada saat bersamaan, kelenjar sebasea (kelenjar keringat) mengeluarkan suatu substansi lembek yang disebut verniks kaseosa yang berfungsi sebagi pelindung kulit bayi dari gesekan secara terus menerus dengan cairan amnion. 

Minggu keduapuluh satu, janin telah memiliki jumlah sel darah merah yang cukup banyak, sel darah putih yang merupakan salah satu system kekebalan tubuh mulai terbentuk, bakal indra pengecap juga mulai terbentuk. Sistem pencernaan juga telah berkembang sehingga dapat menyerap air dan zat gula dari cairan amnion dan mengalirkan sedikit zat padat ke dalam usus besar. 

Minggu keduapuluh dua, jumlah sel syaraf telah sempurna dan telah mampu belajar mengenai diri dan sekitarnya melalui sentuhan. Sentuhan merupakan indra pertama yang dipakai bayi untuk mempelajari gerakan, merasakan wajahnya atau bahkan memukul kaki dan lengannya. Saat menghisap ibu jari ia dapat membawa ibu jari tersebut ke dalam mulutnya atau menekuk kepalanya ke arah tangan. 

Proses belajar ini akan terus diulang sampai ia lahir. Minggu keduapuluh tiga, janin mulai menelan sejumlah kecil cairan amnion dan mengeluarkan sebagian dalam bentuk urin. Janin dapat cegukan saat menelan sejumlah cairan dan ibu dapat merasakan pergerakan tubuhnya yang menyentak-nyentak saat cegukan. 

Minggu keduapuluh empat, bulu mata janin telah berkembang, rambut kepala mulai tumbuh, janin tampak gemuk dan lebih besar, ia memenuhi ruang rahim dan pergerakannya akan terbatasi, ia tidak lagi dapat berputar dan berjungkir balik dalam cairan amnion, namun ia masih senang mencengkeram tali pusar, menyentuh serta merasakan sekitarnya. Kewaspadaan terhadap dunia luar semakin meningkat bila ibu terkejut maka bayi akan ikut merasa terkejut. Suatu studi menunjukkan bahwa janin tetap teragitasi selama beberapa jam setelah merasa kaget. Hal ini merupakan suatu transisi antara keadaan gelisah dengan kecemasan yang menetap.[33]

Minggu keduapuluh lima, detak jantung bayi dapat terdengar tanpa bantuan stetoskop, pembedaan jenis kelamin pada bayi telah berlangsung dengan sempurna. Testis pada bayi laki-laki telah mulai turun menuju buah zakarnya sedangkan vagina pada bayi perempuan telah membentuk suatu lubang. Sedangkan bayi telah terampil mengepalkan kedua jari tangannya. Dominasi tangan kanan atau kiri telah muncul dan ruas jari tangan juga mulai terbentuk sehingga sidik jari telah timbul. Bayi telah mempunyai pola tidur dan bangun yang teratur. 

Minggu keduapuluh enam, Kelopak mata bayi sudah mulai membuka, mata bayi telah berkembang sempurna dan seluruh lapisan retinanya telah terbentuk. Apapun warna mata bayi nantinya saat ini akan tampak biru. Hal ini berlaku untuk semua ras karena pupilnya belum memiliki warna yang sesungguhnya, hingga beberapa bulan sebelum kelahiran. Struktur alis mata, kelopak mata dan jaringan telah sempurna, walaupun masih berukuran kecil dan masih bertumbuh Mingu ke duapuluh tujuh, mulai saat ini bayi telah memiliki kemampuan hidup didunia luar sebanyak 85%, bila ternyata ibu melahirkan prematur. Permukaan otak bayi tampak berkerut-kerut, kerutan ini dikalangan kedokteran dikenal dengan istilah konvulsi.[34]

Tekstur permukaan otak yang berkerut-kerut itu penting bagi proses perkembangan selanjutnya. bagian otak ini mengandung lebih banyak sel-sel otak dibagian yang permukaannya licin. jutaan sel-sel syaraf (neuron) baru, mengisi seluruh bagian otak janin. Bagian otak depan membesar, agar struktur otak lainnya dapat berkembang.  

Minggu keduapuluh delapan, otak bayi telah membentuk lotus, dan girus, seperti layaknya otak yang telah berkembang. Jaringan otaknya meningkat secara drastis, rambut kepala tumbuh semakin panjang. Penimbunan lemak masih berlangsung di tubuhnya, posisi bayi masih dalam keadaan sunsang. 

Minggu keduapuluh sembilan, diatas ginjal bayi, terdapat kelenjar adrenal yang saat ini menghasilkan substansi mirip androgen (hormon seks pria) yang akan bersikulasi dalam darahnya dan diubah menjadi estrogen (dalam bentuk estriol) setelah melalui plasenta. Hal ini diperlukan untuk merangsang keluarnya hormon prolaktin dalam tubuh ibu. 

Minggu ketigapuluh, bayi mampu mengenali dan membedakan suara, Namun suara yang terdengar masih samar-samar. Bayi lebih awas terhadap lingkungan sekitar,  ia juga telah dapat membuka dan menutup mata ia dapat melihat siluet disekitar ibunya, jika berada ditempat yang terang, dapat merasakan rahim yang memijat tubuhnya saat ibu mengalami kontaksi, ia telah mampu memberikan respon terhadap rasa nyeri yang timbul. Bayi mulai menunjukkan gerak pernafasan yang lebih berirama, walaupun masih sering tersedak akibat tidak sengaja menelan cairan amnion yang salah masuk ke saluran pernafasan. bayi mulai menghisap jempol, dan bergerak mengikuti irama. 

Minggu ketigapuluh satu, alveolus pada paru-paru bayi terdapat selapis sel epitel, yang akan mengeluarkan surfaktan, yang mencegah alveolus menjadi kolaps, sehingga bayi dapat memasukkan udara ke paru-paru dan bernafas dengan sempurna. 

Minggu ketigapuluh dua, sebagian besar bayi telah mampu mempelajari bahasa ibu dan orang disekitarnya. Kepala si kecil kemungkinan berada dalam posisi dibawah, karena cukup besar sehingga tungkai mencapai iga. Hal ini akan menyebabkan nyeri. Bayi semakin familiar dengan latar belakang suara konstan dari detak jantung ibu, dan bisingnya suara usus serta aliran darah dari tali pusat, suara ibu dapat didengar oleh bayi. 

Minggu ke tigapuluh tiga, bayi tidur sepanjang waktu dan ia mungkin mengalami mimpi. Selama tidur matanya akan bergerak-gerak sesuai dengan karakteristik tidur REM (Rapit Eye Movment). Bila ia bangun ia akan waspada terhadap lingkungan sekitar.  

Minggu ketigapuluh empat, rambut bayi semakin menebal, lanugo masih meliputi seluruh tubuh dan menghasilkan vernik yang semakin kental.  

Minggu ketigapuluh lima, kuku jemari bayi akan tumbnuh hingga mencapai tepi jari, pemupukan lemak terus berlangsung terutama disekitar bahu sehingga bayi terlihat montok dan gemuk lanugo ditubuh bayi mulai rontok.

Minggu ketigapuluh enam, wajah telah makin berisi dan terlihat mulus serta montok dengan ciri khas pipi bayi, besarnya ditentukan oleh penyimpanan lemak dan kekuatan otot menghisap yang telah dilatih didalam rahim. 

Minggu ketigapuluh tujuh, bayi telah berkembang sempurna dan siap dilahirkan. Lemak disimpan dalam tubuh dengan kecepatan lebih dari empat belas gram (setengah ons) per hari dan proses mielinisasi beberapa syarat pada otaknya baru dimulai. 

Minggu ketigapuluh delapan, selama beberapa minggu terakhir, bayi telah memproduksi zat sisa metabolisme tubuh didalam usus, suatu substansi berwarna hitam kehijauan yang disebut mekoneum yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah, kerontokan sel yang melapisi usus halus, sel kulit serta lanugo yang ia keluarkan kecairan amnion yang tertelan olehnya, serta dari sumber lainnya. Mekoneum ini merupakan produk sisa metabolisme pertama yang akan dikeluarkan oleh bayi setelah lahir. Terkadang dapat dikeluarkan sebelum lahir, sehingga bayi diliputi zat sisa ini.    

Minggu ketigapuluh Sembilan, sebagian besar lanugo telah menghilang, tebal tali pusat 1,3 cm dan dapat terikat atau melingkari lehernya. tali pusat akan memberikan nutrisi pada bayi supaya berat badannya bertambah. Beberapa anti bodi dari tubuh ibu akan melalui lapisaan pelidung plasenta dan memasuki aliran darahnya. Anti bodi ini akan memberikan suatu sistem kekebalan sementara selama enam bulan  setelah kelahiran hingga tubuh bayi mampu membentuk anti bodi sendiri. 

Minggu keempatpuluh, bayi ini telah lahir dan biasanya akan mengejutkan kedua orang tua, awalnya akan terlihat aneh, karena  bentuk kepalanya yang asimetris, namun hal ini akan terkoreksi dengan sendirinya dalam sehari atau dua hari. 

Perkembangan Psikis Janin

Pembuahan sel telur oleh sperma dianggap sebagai salah satu masa yang sangat penting dan menentukan perkembangan manusia pada periode berikutnya. Alqur’an  berbicara tentang perkembangan manusia dalam rahim, ada  dalam dua bentuk:  

(1) Epigenetik, dimana nuthfah amsyaj (zigot), berkenbang menjadi alaqah, yaitu sesuatu yang melekatpada rahim. 

Alaqah kemudian berubah menjadi mudhgah, yaitu potongan yang telah dikunyah, yang didfalam embriologi dikenal dengan badan somit. Somit kemudian berdiferensiasi menjadi tulang dan otot yang menutupi tulang. Kemudian embrio manusia dibentuk kembali. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta. 

(2) Pra pembentukan, dimana ciri-ciri dan sifat manusia yang akan datang telah ditentukan sebelumnya dalam nuthfah sendiri.[35]

Ketika ruh ditiupkan manusia mendapatkan kehidupan (setelah kehidupan vegetatif nuthfah, alaqah, dan mudghah) dan ketika ruh pergi maka diapun mati.[36] Kehidupan dimulai ketika otot bebas berkontraksi didalam lingkungan gelap rahim dan membran-membrannya. 

Periode prenatal merupakan periode yang sangat penting dan menentukann perkembangan individu pada periode berikutnya. Selama periode prenatal ini rahim merupakan lingkungan yang sangat menentukan perkembangan janin. Pada umumnya, kondisi ibu sangat nyaman bagi janin dan terlindung dari setiap gangguan. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa janin tersebut secara absolut luput dari pengaruh-pengaruh luar. 

Perkembangan mental-intelektual (taraf kecerdasan) dan mental emosinal (taraf kesehatan Jiwa) banyak ditentukan sejauh mana perkembangan susunan saraf pusat dan kondisi fisik organ tubuh lainnya serta dipengaruhi oleh sikap, sifat dan kepribadian orang tua. Tumbuh kembang anak secara fisik sehat memerlukan gizi makanan yang baik dan bermutu. Terlebih lagi bagi tumbuh kembang otak, bahan baku utama adalah gizi protein.sedangkan makanan dalam bentuk gizi mental berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan dan pembinaan yang bersifat kejiwaan.[37]

Perkembangan atau pembentukan kepribadian anak merupakan perpaduan (interaksi) antara faktor-faktor konstitusi biologi, psiko-edukatif, psiko-sosial, dan spiritual. Peran orang tua amat penting pada faktor ini. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki kepribadian yang matang.[38]

Pada awal perkembangannya janin bergantung pada informasi yang diterima lewat darah ibu, yaitu dari hormon. Apabila hormon menginformasikan lingkungan yang penyayang dan serba mendukung, maka pertumbuhan akan didahulukan. Sedangkan bila mengisyaratkan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa janin akan memilih progam genetic yang berfungsi menguatkan sistem perlindungan, biasanya sambil mengorbankan pertumbuhannya. Proses ini memastikan bahwa janin akan dapat beradaptasi dan mampu bertahan hidup.[39]

Manusia dibekali Allah dengan potensi fitrah (untuk berbuat baik), juga diciptakan dengan potensi berbuat jahat seperti berkeluh kesah, tergesa-gesa, kikir, lemah takut dan cemas. Keluh kesah, tergesa-gesa dan lainnya itu disebabkan oleh susunan syaraf yang sangat peka yang dimiliki manusia dalam menghadapi berbagai stimulus yang mengitarinya yang sering kali membahayakan kehidupannya. Fenomena tersebut pada dasarnya adalah sinyal yang diberikan Allah kepada manusia untuk penjagaan diri.[40]

Dalam trimester pertama janin dipengaruhi oleh kondisi organik akibat persepsi-persepsi emosi ibu, dengan berkembangnya kesadaran janin mampu menerima perasaan yang lebih mendalam dan lebih halus, seperti percaya diri, kegembiraan mendadak dan kegairahan menyenangkan, selain frustasi, keraguan dan kesedihan. 

Bayi semakin terampil dalam memahami suara tenor yang emosional, ketika ibu membacakan cerita, berbicara dengan janin, maupun orang lain, menentukan kualitas bicara ibu (tergesa-gesa, bingung, tenang atau ramah), bahkan menghayati alur pemikiran ibu lewat gejala fisiologis yang tidak kentara; ketika ibu baru mau merokok denyut jantung langsung bertambah cepat, suatu tanda bahwa ia merasa gelisah.[41]

Janin ketika berumur lima bulan tidak lagi bergantung pada pesan hormonal untuk mengetahui dunia luar, ia mulai dapat menerima dan mencerna informasi sendiri melalui bunyi.[42] Hal ini di karenakan, struktur mendahului fungsi ini berarti bahwa anggota tubuh individu itu akan dapat berfungsi setelah matang strukturnya, yaitu ketika indera-indera telah siap dan janin diberi ruh, sehingga ia menjadi makhluk yang sadar dan responsif akan lingkungannya. 

Janin menghabiskan 95% waktunya untuk tidur, musik yang merangsang dapat membantu mereka bangun dan menghayati bunyi. Masukan dari lingkungan melalui pendengaran mempunyai prosentasi yang tinggi dalam pembentukan sinaps di otak. 

Janin merupakan makhluk yang awas didalam rahim dengan mengenali  suara yang pernah didengarnya di dalam rahim. Para peneliti menemukan bahwa janin bereaksi dengan menjadi gembira karena mendengar nada-nada musik murni. Detak jantungnya bertambah 15 denyutan permenit selama 2 menit mendengarkan musik tersebut.  Janin telah waspada dengan stimulasi dan belajar untuk mengakomodasikan peristiwa baru dalam lingkungannya. 

Janin dapat belajar terkondisi, atau belajar pola sikap dalam menanggapi sebuah situasi. Janin mampu mengenali dan lebih menyukai yang pertama kali mereka dengar dalam rahim ibu. Tahap paling awal dalam penguasaan bahasa janin adalah pengenalan  pola-pola intonasi, maka penting bagi orang tua terlibat dalam percakapan satu arah. Tomatis mengajukan sebuah teori bahwa gangguan pada pendengaran baik ketika masih dalam rahim maupun dalam tahun pertama kehidupan dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan mendengar, kemampuan belajar, dan gangguan emosi pada masa selanjutnya.[43]

Janin yang memberikan reaksi terhadap musik klasik, yaitu dengan meningkatnya detak jantungakan menjadi anak yang extrovert (terbuka).[44] Janin sangat penerima dan peka terhadap stimulasi lingkungan. 

Pengalaman didalam rahim tidak hanya mempengaruhi kebiasaannya, tetapi juga ikut mempengaruhi keseluruhan watak seumur hidup. Watak ditentukan oleh pembawaan dan apa yang dialami selama hidup. 

Karakteristik pembawaan terbentuk dalam kandungan. Hasilnya sebagian, berasal dari dunia kompleks kandungan: persepsi sensoriknya, dan tanggapannya teerhadap perkembangannya sendiri, lingkungan rahim dan stimulasi yang berasal dari ibu dan lainnya.[45]

Dinding rahim dan perut yang tipis pada kehamilan tua menyebabkan cahaya yang masuk kedalam rahim lebih banyak dan ini  kemungkinan besar menstimulasi indera penglihatan janin. Bahkan pola-pola perubahan gelap-terang dapat berperan dalam perkembangan siklus siang-malam janin.[46]

Proses pertumbuhan janin sebagian sangat bergantung pada kondisi internal ibu, baik kondisi fisik maupun psikisnya. Sebab, ibu dan janin merupakan satu unitas organik yang tunggal. Semua kebutuhan ibu dan janin dipenuhi melalui proses fisiologis yang sama. 

Demikian pula dengan setiap gerakan yang dilakukan ibu, dapat memberikan rangsangan berupa pengalaman indra yang beraneka ragam. Oleh sebab itu kesehatan ibu, pengaturan diet, pemakaian obat, serta kondisi emosional ibu dapat menimbulkan pengaruh kimia prenatal (chemical prenatal influence) yang berakibat kerusakan sel dan merupakan kejadian traumatic (traumatic event). Ribuan bayi yang lahir cacat atau terbelakang secara mental setiap tahun merupakan hasil atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ibu.[47]

Pola pertumbuhan fisik akan terganggu dengan adanya faktor dari lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti kekurangan gizi, penyakit, ketegangan emosional dan musim yang tidak menguntungkan yang dialami oleh ibu. Pola perkembangan fisik kemungkinan bisa diubah secara permanen oleh kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan tadi. Gangguan ini juga berpengaruh pada perkembangan mental, yaitu mengakibatkan kemampuan kognitif lebih rendah, serta mempengaruhi kepribadian yang mengakibatkan mereka apatis.


[1] Yayasan Penyelenggara Terjemahan AlQur’an, op.cit., hlm.979
[2] Ahmad Baiquni, Alqur’an Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi, (Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 2001), Cet.V, hlm 86
[3] John.W. Kimball, op cit., hlm. 88
[4] Anna C. Pai,  Foundation of Genetic (Dasar-Dasar Genetika), terj. Dr.Muchiddin Apandi, MSc., ( Jakarta: Erlangga, 1992), Edisi II, hlm.54
[5] Elizabeth B.Hurlock, op.cit., hlm.29
[6] Ibid
[7] Yayasan Penyelenggara Terjemahan AlQur’an, op.cit, hlm.527
[8] Muhaimin dan Qutiah, Paradigma Pendidikan Islam “Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah”, (Bandung; Rosda Karya,2001), hlm. 6
[9] Maurice Bucaile,  What is the Origin of Man?. The Answer of Science and the Holy Scripture (Asal Usul Manusia Menurut Bible, Al Qur’an, Sains), terj. Rahmani Astuti, (Bandung: Mizan,1998), hlm. 203.
[10] GL.Flanagan,  The Fisth Nine Months of Life  (Sembilan Bulan Pertama dalam Hidupku), Terj. Yayasan Cipta Loka Caraka, (Jakarta: Yayasan Cipta loka Caraka, 2003), Cet.XV, hlm.24
[11] Jane Mac. Dougall, Pregnancy Week-by-Week (Kehamilan Minggu demi Minggu), terj. Dr Nina Irawati, (Jakarta : Erlangga, 2003), hlm. 09
[12] GL.Flanagan, op.cit, hlm 30
[13] Hasan Hathout, Islam Perspectives in  Obstretics and Gynaecology (Revolusi Seksual Perempuan Obstreti dan Genekologi dalam Tinjauan Islam), Terj. Tim Penerjemah Yayasan Kesehatan Ibnu Sina, (Bandung: Mizan , 1994), hlm 32
[14] Yayasan Penyelenggara Terjemahan AlQur’an, ,op.cit, hlm. 1000-1001
[15] Maurice Bucaile, op.cit., hlm.219
[16] Ibid.
[17] M. Quraisy Shihab, Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan dan Keserasian Alqur’an”, Volume 9, (Jakarta; Lentera Hati, 2004), cet 2, hlm.13
[18] GL.Flanagan, op cit, hlm 31
[19] Hasan Hathout, op.cit, hlm.32
[20] Campbell, op.cit., hlm.183
[21] Hendrati Handini Yosadi dkk, Sembilan Bulan yang Mernakjubkan, (Jakarta : Gaya Favorit Press, 2005), hlm 24
[22] GL.Flanagan, op cit, hlm. 43
[23] Ibid, hlm.46
[24] Jane Mac Dougall, op. cit , hlm 25
[25] Ibid
[26] GL.Flanagan, op cit, hlm 52-53
[27] Jane Mac Dougall, op.cit, hlm. 35
[28] Yayasan Penyelenggara Terjemahan AlQur’an, op.cit, hlm.527
[29] Ibid, hlm. 661
[30] Yayasan Penyelenggara Terjemahan AlQur’an, op.cit, hlm.250
[31] Baihaqi, A.K, Op.Cit., hlm. 31-32.
[32] Muhammad Ali Albar,  Human Development as Revealed in the Holy Qur’an and Hadist ( Kaitan Ayat-Ayat Alqur’an dan Hadis), terj. Budi Utomo, (Jakarta; Mitra Pustaka, 2001), Cet. I, hlm. 164.
[33] Jane Mac Dougall, op.cit., hlm.53
[34] Gl Flanagan, op.cit., hlm 87.
[35] Muhammad Ali Albar, op.cit., hlm. 64-65
[36] Ibid., hlm.168
[37] Dadang Hawari,op.cit., hlm.199-204
[38] Ibid.,hlm.214
[39] Don Campbell, The Mozart Effect for Children Awaking Yaur Child’s Mind, Healt and Creativity With Music (Efek  Mozart bagi Anak-anak Meningkatkan Daya Pikir, Kesehatan, dan Kreatifitas Anak Melalui Musik), terj. AlexTri Kentjonowidodo, Jakarta : Gramedia, 2002, hlm. 35.
[40] Fadhillah Suralaga, d.kk., Psikilogi Pendidikan dalam Prespektif Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), hlm.19-20
[41] Don Campbell, op.cit.,hlm50-51
[42] Ibid, hlm.43.
[43] Ibid, hlm, 15
[44] Ibid, hlm. 34
[45] Susan Ludington-Hoe dan Susan K Golant, How To Have A Smarter Baby (Membuat Anak Cerdas), terj. Wayan Gede Aksara,  (Jakarta; Prestasi Pustaka, 2001), hlm.31-32.
[46] Susan Ludington-Hoe dan Susan K Golant, op.cit.,hlm.17
[47] Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005)., hlm.81

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter