Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

KIAT-KIAT UNTUK MENJADI SABAR

BUKU SABAR_001

Sabar termasuk hal yang diperintahkan oleh Allah Swt, maka Allah Swt telah menyiapkan hal-hal yang mendukung sabar. Kendati amat berat dan tidak disukai jiwa, namun memilikinya adalah tidak mustahil.

Untuk memiliki sabar dibutuhkan dua unsur, yaitu: ilmu dan amal. Ilmu adalah mengetahui apa saja yang tersedia dalam hal-hal yang diperintahkan seperti kebaikan, keuntungan dan kesempurnaan serta mengetahui apa yang berada di dalam hal-hal yang dilarang seperti keburukan, bahaya dan kekurangan. Jika kedua hal tersebut diketahui sebagaimana mestinya kemudian dilengakapi dengan tekat yang benar, semangat yang tinggi, keberanian dan ilmu disandingkan dengan amal.

Apabila hal tersebut dilakukan, maka sabar bisa dimiliki, segala kesulitan menjadi keindahan dan sakit berubah menjadi nikmat. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan hal-hal yang mendukung sabar adalah sebagai berikut:[1]

1) Mengagungkan Allah Swt

Setiap manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt dan hatinya merasakan keagungan Allah Swt, maka hatinya tidak akan mengajak untuk bermaksiat terhadap-Nya.

2) Ingat nikmat dan kebaikan Allah Swt

Sesungguhnya orang mulia tidak memperlakukan buruk kepada pihak/orang yang telah berbuat baik kepadanya. Kesaksian kepada kebaikan Allah Swt dan nikmat-Nya hendaklah mencegah seseorang dari maksiat kepada Allah Swt karena malu kepada-Nya.

3) Ingat kecintaan Allah Swt

Allah Swt adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalau manusia ingin menghitung nikmat yang telah diberikan Allah Swt kepada seluruh hamba-Nya niscaya mereka tidak akan mampu menghitung nikmat yang tidak terhingga ini sebagai hamba yang bertaqwa wajib untuk mensyukurinya. Salah satunya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

4) Ingat kemurkaan Allah Swt dan hukuman-Nya

Seorang hamba yang selalu dalam maksiat kepada Allah Swt maka Allah Swt akan murka kepadanya. Jika Allah Swt telah murka, maka tak ada sesuatu apapun yang sanggup melawan kemurkaan Allah Swt.

5) Memutus semua ikatan dan sebab-sebab yang mengajaknya menyetujui hawa nafsu.

Pernyataan di atas bukan berarti manusia tidak boleh mempunyai hawa nafsu, namun yang dimaksud adalah mengarahkan hawa nafsunya untuk hal-hal yang bermanfaat.

6) Ingat imbalan

Setiap Manusia yang beriman hendaklah ingat akan imbalan yang dijanjikan oleh Allah Swt bagi manusia yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

7) Ingat sakit dan kesehatan

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, pada dasarnya musibah itu tiada lain adalah dosa-dosa dan segala akibatnya, sedang kesehatan yang mutlak ialah ketaatan dan segala akibatnya. Orang-orang yang sakit adalah mereka yang mengerjakan perbuatan maksiat kepada Allah Swt kendati tubuh mereka segar bugar, dan orang-orang yang sehat adalah mereka yang taat kendati tubuh mereka sakit.

8) Ingat kemenangan

Seorang yang berhasil mengalahkan syahwat dan setan, maka ia mendapat kelezatan, kebahagiaan dan kegembiraan. Hal ini diibaratkan apabila manusia yang mempunyai suatu penyakit dan meminum obat yang bermanfaat walaupun pahit, namun obat tersebut dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.


[1] Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ‘Udatus-Shabirin wa Dzakiratusy Syakirin, Sabar Perisai Seorang Mukmin), terj. Fadli, Jakarta: Pustaka Azzam, 2000, h. 65-75.

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter