Seputar Fiqih

Seputar Tasawuf

Seputar Islam

TANDA-TANDA ORANG SOMBONG



Ada beberapa perilaku yang menjadi tanda-tanda adanya sifat sombong dalam diri seseorang, antara lain: 

a. Berlagak ketika berjalan dengan membungkukkan pundak dan memalingkan muka. Allah Swt berfirman,

Dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. (Qs. al-Hajj: 9)

Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs. al-Hadid: 23)

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dan manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs. Luqman: 18)

b. Melakukan kerusakan di muka bumi apabila ada kesempatan dengan menolak nasihat dan menentang kebenaran. Allah Swt berfirman,

Dan di antara manusia ada; yang ucapannya tentang kehidupan dunia membuatmu kagum dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Jika ia berpaling, ia berjalan di muka bumi untuk berbuat kerusakan dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak dan Allah tidak menyukai kerusakan. Jika dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah," bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan-nya berbuat dosa. Maka, cukuplah balasannya Neraka Jahanam dan sungguh Neraka Jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal. (Qs. al-Baqarah: 204-206)

c.  Berlebihan dalam berbicara sebagaimana sabda Nabi Saw,

"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membenci laki-laki yang berlebih-lebihan, banyak omong seperti seekor sapi yang menjilat-jilat dengan lidahnya." (HR. Abd Daud, at-Turmudzi, dan Ahmad)

"Maukah aku kabarkan orang yang paling jahat di antara kalian?" Beliau berkata, "Orang-orang yang sering berceloteh dan banyak omong." (HR. Ahmad)  

d. Memanjangkan pakaian (sampai jatuh ke tanah) dengan niat sombong dan membanggakan diri, seperti sabda Nabi Saw,

"Barangsiapa memanjangkan pakaiannya dengan sombong, Allah tidak akan memperhatikannya pada hari kiamat." Abu Bakar berkata, "Sesungguhnya salah satu ujung bajuku memanjang (sampai jatuh ke tanah), tetapi aku memandang itu bagian darinya." Nabi berkata, "Engkau melakukan itu bukan karena sombong." (HR. Abu Daud)

e. Menginginkan agar orang membutuhkannya, sementara ia merasa tidak membutuhkan orang lain. Contohnya, orang yang ingin agar semua orang berdiri saat ia datang atau lewat dihadapan mereka. 


f.  Ingin lebih dahulu daripada orang lain saat berjalan, dalam pertemuan, ketika berbicara, dan sebagainya.

No comments

Post a Comment

Wajib Kunjung

Google+

Pengunjung

Twitter